Abu Nawas Disuruh Menangkap dan Memenjarakan Angin

Posted on

Secara logika tugas baginda raja ini tak masuk akal sama sekali. Bagaimana mungkin seseorang bisa menangkap angin dan diperlihatkan hasil tangkapannya kepada raja.

Namun, bukanlah Abu Nawas kalau tak bisa sukses menjalankan tugas yang pelik seperti ini. Akankah Abu Nawas sukses menunaikan titah raja?

Asal mula tugas berat ini adalah karena raja sering banget mengalami gangguan perut. Bisa dikatakan saja kalau raja sering masuk angin apalagi ketika sering bertugas ke lapangan di waktu musim dingin.

“Abu Nawas, saya ingin kamu untuk menangkap angin dan memenjarakannya, “kata raja.


Abu Nawas kaget, tugas ini tak masuk akal.
“Bagaimana cara membuktikannya kalau angin benar-benar telah saya tangkap? “guman Abu Nawas.

Abu Nawas berpikir keras karena hanya 3 hari waktu yang diberikan oleh baginda raja. Lama berpikir, Abu Nawas berguman.
“Bukankah jin itu juga tak terlihat?”

Tiba-tiba saja Abu Nawas senyum dan berjingkrak kegirangan. Rupanya beliau sudah menemukan cara untuk menangkap angin dan sekaligus membuktikannya kepada raja.

Abu Nawas Disuruh Menangkap dan Memenjarakan Angin 1

Keesokan harinya Abu Nawas menghadap raja.
“Apakah kamu sudah menangkap angin?” tanya raja.
“Sudah Tuanku, “jawab Abu Nawas sambil mengeluarkan botol dari balik bajunya.


“Mana angin itu?” tanya raja.
“Di dalam botol ini Tuanku, “jawab Abu Nawas.
“Mana? saya tak melihat apa-apa, “kata raja.

“Ampun Tuanku, memang angin tidak bisa dilihat, akan namun bila Paduka ingin tahu angin yang saya tangkap, maka tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu.”

Setelah dibuka, raja mencium adanya bau tak sedap keluar dari dalam botol tersebut. Baunya sangat menyengat. Ternyata Abu Nawas sengaja memberinya angin yang busuk supaya bisa tercium dengan mudah.