Beginilah Cara Menaklukkan Monyet Pintar

Posted on

Kiash Abu Nawas hadir lagi di akhir bulan. Kali ini betapa cerdiknya Abu Nawas dalam menaklukkan seekor monyet. Padahal monyet tersebut cukup tangguh.

Bagaimana kisahnya?
Berikut kisahnya…

Pada pagi hari yang cerah, Abu Nawas menerima sepucuk surat dari raja yang isinya adalah Abu Nawas diberi titah untuk menyelidiki kondisi rakyatnya.

Raja Harun memang terkenal bijaksana dan adil.

Dan Abu Nawas adalah tim yang terbaik untuk memeriksa kondisi masyarakat ketika itu. Pada sore harinya, Abu Nawas menyisir kota untuk melihat kondisi rakyat.

Beginilah Cara Menaklukkan Monyet Pintar 1

Pada ketika itu, ia tak menemukan sesuatu yang aneh atau mencurigakan karena memang perekonomian sedang baik. Namun pada ketika ia melewati sebuah kawasan yang biasa digunakan untuk acara hajatan, tiba-tiba langkahnya terhenti.

Dilihatnya ada begitu banyak penduduk berkerumun, dan akhirnya Abu Nawas penasaran hingga melangkah ke tempat kerumunan tersebut.

Dia tanya salah satu orang tentang ada apa gerangan kok begitu banyak orang berkerumun. Ternyata kerumunan tersebut ada suatu pertunjukan yang melibatkan seekor monyet yang pintar.


“Ada pertunjukan keliling yang melibatkan seekor monyet pintar, “jawab salah satu penduduk.
“Apa maksudmu dengan monyet pintar?” tanya Abu Nawas.
“Monyet tersebut bisa mengerti bahasa manusia dan lebih hebat lagi, monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja, “jelas salah seorang penduduk yang satunya.

Kontan saja, jawaban dua orang penduduk tersebut membuat hati penasaran, apa iya ya. Abu Nawas langsung menuju kerumunan penduduk dan ketika itu si pemiliki monyet menawarkan hadiah tinggi bagi siapa saja yang mampu membuat monyetnya mengangguk-angguk.

Maka tak heran bila banyak yang mencoba keberuntungan ini. Satu persatu maju, namun semua gagal terus karena si monyet memang sangat gigih dilatih tuannya.

Karena rasa penasaran, Abu Nawas maju ke depan.

“Tahukah siapa saya ini, ” tanya Abu Nawas.
Si monyet menggeleng-gelengkan kepala.
“Apakah engkau tidak takut kepadaku? “tanya Abu Nawas.
Si monyet menggelengkan kepala.
“Apakah engkau takut kepada Tuanmu?” tanya Abu Nawas.
“Baik, bila kamu tetap diam, maka akan saya laporkan kepada tuanmu, “ancam Abu Nawas.

Secara spontan, seketika itu juga, si monyet mengangguk-anggukkan kepalanya. Sontak saja penonton bertepuk tangan karena ada yang sukses.

Abu Nawas mendapatkan hadiah, si pemiliki monyet marah besar kepada monyetnya dan memukulinya dengan kayu.