Kisah

Cara Setan Menghilangkan Iman

Cara Setan Menghilangkan Iman 1

Salam.
Kisah Cara Setan Menghilangkan Iman Seorang Muslim Kala Sakaratul Maut mungkin sudah banyak yang mengetahuinya.

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar dijelaskan bahwa setan akan menghilangkan iman seorang muslim ketika sakaratul maut.
Setan datang dengan membawa air yang disebutnya dapat menghilangkan dahaga.
Namun bila air itu diminum, kala itu juga seorang muslim akan hilang imannya.
Nauzubillah Min Zalik..

Dalam sebuah hadits diceritakan,
“Sesungguhnya setan yang dilaknati Allah mendatangi dan duduk di atas kepala seorang hamba (yang sedang menghadapi sakaratul maut) dan berkata kepadanya, “Tinggalkanlah agama ini dan katakanlah Tuhan ada 2 supaya engkau selamat dari kepayahan.”


Ketika itu ada kekhawatiran dan ketakutan yang sangat besar, oleh karena itu tetaplah dirimu supaya selalu menangis dan tadharru’ (merendahkan diri) kepada Allah dan bangun pada tengah malam dengan memperbanyak ruku’ dan sujud supaya selamat dari siksa Allah SWT.”

Pada suatu hari Imam Abu Hanifah pernah ditanya oleh seorang muslim.
“Apakah dosa yang paling besar dapat menghilangkan iman?” tanya muslim itu.
“Meninggalkan syukur atas iman, meninggalkan takut mati dan berbuat zalim terhadap sesama.
Maka orang yang dalam hatinya ada 3 sifat tersebut, biasanya ia keluar dari dunia sebagai orang kafir, kecuali orang yang mendapat keberuntungan,” jawab Imam Abu Hanifah.

Rayuan Setan
Di dalam kitab Daqoiqul Akhbar itu disebutkan bahwa hal yang paling dirasakan semua orang adalah ketika ketika sakaratul maut.
Rasa haus dan panas yang dialami ketika jelang ajal menjemput itu membuat setan memainkan perannya untuk menghilangkan keimanan di hati umat Islam.

ketika itu setan datang dan membawa tempat air dari es dan menggerak-gerakkannya di depan orang yang sakaratul maut.
“Berilah saya air,” kata orang mukmin yang lemah imannya.

Setan akan mengulur waktu untuk menjerumuskan orang tersebut dengan memberikan pernyataan yang bisa melenyapkan iman di hati.
“Katakanlah tidak ada yang menciptakan alam, maka engkau akan kuberi air,” jawab setan itu.

bila orang itu beruntung maka dia tidak menjawab.
lalu setan datang pada telapak kakinya dan menggerak-gerakkan tempat air.
“Katakanlah Rasulullah SAW pembohong maka engkau akan saya beri air,” rayu setan lagi.

bila orang itu celaka, dia akan menurutinya karena tidak sabar dalam kehausan dan dia akan keluar dari dunia sebagai orang kafir.
Namun bila orang itu beruntung, maka dia akan menolak permintaan setan dan dia memikirkan akibatnya.

Saat-saat Sakaratul Maut
Sebagaimana diceritakan Kisah Abu Zakaria Az-Zahid ketika menghadapi kematian, sahabatnya datang pada waktu dia sedang menghadapi sakaratul maut dan mengajarinya kalimat Thayyibah
“Laa ilaaha Illallaah Muhammadur Rasulullah.”

Akan namun dia memalingkan wajahnya dan tidak mau mengucapkannya.
Maka diulangi untuk yang kedua kalinya, tapi dia tetap memalingkan mukanya dan tidak mau mengucapkannya.
Diulangi untuk ketiga kalinya dan Abu Zakaria berkata, “saya tidak akan mengucapkannya.”

Maka dia pun pingsan di depan teman-temannya.
Setelah Abu Zakaria sadar dari pingsannya yang sesaat dan merasa ringan, dia pun membuka matanya.
“Apakah engkau mengatakan sesuatu kepadaku?” tanya Abu Zakaria kepada teman-temannya.
“Ya, kami mengajarkanmu syahadat tiga kali dan engkau berpaling dua kali dan engkau berkata pada ketika yang ketiga bahwa engkau tidak akan mengucapkannya.”

“Astaghfirullah…saya didatangi Iblis yang membawa tempat air dan duduk di kananku sambil merayuku, beruntung saya tidak mengikuti rayuannya shingga setan itu lari,” jawab Abu Zakaria.

Tingkat keimanan seseorang sangat menentukan kala menghadapi sakaratul maut.
Detik-detik itulah ketika yang menentukan apakah kita akan kuat iman atau sebaliknya kecuali orang yang beruntung.

Dari cerita, kisah di atas mari renungkan kembali tingkat keimanan kita selama ini.
Selalu berusaha untuk meningkan keimanan akan lebih baik daripada kemunduran iman.
Salam.