Kisah

Jenazah Diantar Malaikat Jibril

Jenazah Diantar Malaikat Jibril 1

Ketika Sa’ad bin Mu’ad meninggal dunia, jenazahnya diantar oleh beberapa malaikat, diantaranya malaikat Jibril.
Setelah dimakamkan, Rasulullah SAW justru menyebut bila Sa’ad mendapatkan azab kubur.

Jenazah Diantar Malaikat Jibril 2

Berikut Kisahnya:
Pada suatu hari salah seorang sahabat Rasulullah SAW yakni Sa’ad bin Mu’ad meninggal dunia.
Nabi Muhammand SAW yang datang bertakziah menyuruh para sahabatnya memandikan jenazah Sa’ad.
Sedangkan Beliau sendiri hanya berdiri di dekat pintu.

Ketika Jenazah itu di kafani, lalu dibawa dan diletakkan di tempat pembaringan, Rasulullah SAW ikut mengantarkan tanpa memakai sorban dan selendang.
Awalnya Beliau mengambil posisi di sebelah kanan jenazah, lalu Beliau pindah ke sebelah kiri sampai jenazah itu diantarkan ke kuburan.

Setelah sampai di kuburan, Rasulullah SAW turun ke liang lahatnya dan meletakkan batu bata dengan rata di atasnya.
“Duhai bebatuan, engkau temani saya.Duhai tanah yang basah, engkau temani saya, dan kau tutupi dia diantara bebatuan,” Ujar Rasulullah SAW.

TANPA SURBAN
Setelah jenazah Sa’ad ditimbun dengan tanah hingga rata, Rasulullah SAW bersabda,
“saya tidak tahu, apakah Sa’ad disiksa di kubur itu, namun Allah mencintai hamba yang beramal sesuai dengan yang ditetapkan oleh-Nya.”

Nampaknya pernyataan Nabi Muhammad SAW itu di dengar oleh seorang perempuan tua.
Dan wanita itu adalah ibu Sa’ad.
Tanpa banyak bicara, ibu Sa’ad langsung bersimpuh di pusara anaknya.
Ia terlihat sedih akan kematian anaknya itu.
“Wahai Sa’ad, istirahatlah kamu di surga,” ujarnya.

“Wahai ibu Sa’ad, janganlah kamu memaksa Tuhanmu, karena Sa’ad sekarang ini sedang ditimpa azab kubur,” ujar Rasulullah SAW kepada ibu Sa’ad.
“Mengapa Wahai Rasulullah?” tanya ibu Sa’ad.
“Sesungguhnya Allah SWT kuasa atas semuanya,” jawab Nabi SAW singkat.

lalu Rasulullah SAW dan semua sahabat pulang dari kuburan.
Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Ya Rasulullah, kami melihat engkau bersikap terhadap Sa’ad tidak seperti kepada yang lain, engkau mengantarkan jenazahnya Sa’ad tanpa sorban dan selendang.”

“Ketahuilah, bahwa saya melakukan itu karena malaikat datang tanpa sorban dan selendang, maka saya mengikutinta,” kata Rasulullah SAW.
“Engkau mengambil posisi di sebelah kanan tempat pembaringan, lalu pindah ke sebelah kiri.
Mengapa ya Rasulullah?” tanya sahabat yang lain.

SIKSA KUBUR
“Tanganku mengikuti Jibril mengambil apa yang dia ambil,” jawab Rasulullah SAW.
Setelah itu salah seorang sahabt yang satunya mengajukan pertanyaan lain.
“Engkau perintahkan kami memandikannya, dan engkau menyalatinya serta mengantarkan ke kuburnya, mengapa demikian?” tanyanya.

Mendapat pertanyaan itu, Rasulullah SAW bersabda,
“Sa’ad telah ditimpa azab kubur.”
Nabi Muhammad SAW menegaskan,
“Sa’ad mendapat siksa kubur karena ketika hidup, Sa’ad berakhlak buruk (kasar) terhadap keluarganya.”

Sejak pernyataan Rasulullah SAW tersebut, para sahabta lebih berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain, terutama terhadap keluarganya masing-masing.
Mereka tidak ingin mendapat siksa kubur seperti yang diterima Sa’ad.