Perintah untuk Memenjarakan Angin

Posted on

Wah kembali sang raja memberikan perintah yang tak masuk akal sekaligus unik kepada Abu Nawas. Yaitu diperintahkan untuk menangkap sekaligus memenjarakan angin.

bila gagal, maka hukuman akan akan segera menanti. Lalu bagaimanakah cara Abu Nawas melaksakan tugas yang unik ini? Akankah beliau sukses atau malah gagal?

Perintah untuk Memenjarakan Angin 1

Kisah ini sudah pernah diceritakan di blog ini juga, namun ditulis lagi dengan singkat oleh penulis. Bermula dari sang raja yang sakit karena seringnya beliau mengalami masuk angin.

Entah apa karena sang raja terlalu banyak bekerja keras dan kurangnya waktu istirahat atau karena sering memantau rakyatnya di malam hari, sang raja tak mau bilang.

Abu Nawas dipanggil sang raja supaya segera menghadap.
“Wahai Abu Nawas, saya ingin sekali menangkap dan memenjarakan angin. saya perintahkan kamu melaksanakan perintah ini,” kata raja.
“Baik Paduka,” jawab Abu Nawas.

Setelah berlalu dari hadapan raja, Abu Nawas berpikir keras bagaimana cara menangkap angin dan apa buktinya kalau angin tersebut sudah ditangkap.

Repotnya lagi, Baginda Raja hanya memberikan waktu hanya dua hari saja. Itu artinya, lusa dia sudah harus bisa menangkap si angin jahat tersebut.

Tiba-tiba saja Abu Nawas tersenyum riang. Rupanya beliau sudah menemukan cara ampuh untuk menangkap angin sekaligus membuktikannya kepada sang raja.

Pada esok lusanya, Abu Nawas segera menghadap raja.
“Apakah kamu sudah menangkap angin?” tanya raja.
“Sudah yang mulia, “jawab Abu Nawas.

lalu Abu Nawas mengeluarkan botol yang berwarna putih dan ditunjukkan kepada raja.
“Mana angin itu?” tanya raja.
“Di dalam botol ini yang mulia, “jawab Abu Nawas.


“Mana? saya tak melihat apa-apa, “ujar raja.
“Ampun baginda, bila baginda ingin melihat bukti maka botol ini harus dibuka terlebih dahulu,” jawab Abu Nawas.

lalu botol dibuka, tercium aroma tak sedap serta menyengat sekali baunya.
“”Busik sekali, bau ini, “tanya raja.

Ternyata Abu Nawas dengan sengaja memasukkan aroma menyengat ke dalam botol tersebut. Tentu saja sang raja tak bisa berkutik lagi kalau Abu Nawas sukses menangkap dan memenjarakan angin.