Kisah

Tobatnya Pencuri Kain Kafan

Tobatnya Pencuri Kain Kafan 1

Azab kubur dan nikmat kubur adalah suatu kenyataan.
Seperti yang dikisahkan oleh seorang penggali kubur yang sukanya mencuri kain kafan setiap mayat yang baru dikubur.
Kabar kubur ini semoga menjadikan kita lebih meningkatkan keimanan kita kepada Allah  SWT.

Berikut ini pengakuannya:
Pada suatu hari, sebut saja namanya Yunus, ia pemuda yang berprofesi sebagai penggali kubur telah berjumpa dengan seorang ahli ibadah dan sufi untuk menyatakan keinginannya untuk bertaubat kepada Allah SWT.
Ia bertobat karena selain menggali kubur, ternyata Yunus ini juga sering mencuri kain kafan mayat yang baru dikubur.

Kain kafan yang masih baru itu dia jual dan dari hasil penjualannya ia gunakan sebagai tambahan hidup sehari-hari.
Kepada sang sufi, Yunus mengaku ingin menghentikan pekerjaan kotornya itu dan ia pun berterus terang terhadap apa yang dilakukannya selama ini.

“Sepanjang saya menggali kubur untuk mencuri kain kafan, saya telah melihat 7 hal ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut, dan lantaran itulah saya merasa sangat insyaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertobat,” saya Yunus kepada sufi.

“Apa saja yang kau alami wahai Yunus,” tanya sang sufi.
“saya melihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat, namun ketika saya gali malam harinya, mayat itu telah membelakangi kiblat.Wahai guru, apa yang telah dilakukan si mayit ketika hidup?” kata Yunus.

Perut Membuncit
“Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah SWT sewaktu hidupnya.
Allah SWT memalingkan wajah si mayit dari kiblat,” jawab sang sufi.

“Lalu ada lagi, saya lihat wajah mayit yang seolah tampan ketika dimasukkan ke dalam liang lahat.
Tapi tatkala malam hari ketika menggali lagi kuburnya, saya lihat wajah itu telah menjadi wajah babi,” kata Yunus.

“Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan sholat sewaktu hidupnya,” jawab sang sufi.
Si pemuda menyambung lagi,
“Wahai tuan guru, saya juga melihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan sepeti biasa saja, tapi pada waktu malam kulihat perutnya membuncit, bahkan keluar ulat dari dalam perutnya,” kata Yunus.
“Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda,” balas sang sufi.

“Lalu saya lihat mayat yang lain jasadnya bertukar menjadi bulat, mengapa begitu, wahai tuan guru?” kata Yunus lagi.
“Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang durhaka kepada orang tuanya,” jawab sang sufi.

“Ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya hingga keluar isi perutnya.” sambung pemuda itu.
“Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahmi, semasa hidupnya mereka suka bertengkar dan memutus silaturrahmi,” jelas ahli ibadah tersebut.”

Balasan Kubur
“Wahai sang guru, golongan yang keenam yang saya lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering, namun ketika malam ketika saya menggali kubur itu, saya lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya.” ujar Yunus.
“Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hidupnya,” jawab sang sufi.

“Wahai guru, golongan yang terakhir yang saya lihat, mayatnya senantiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya.
Mengapa demikian halnya wahai guru?” tanya pemuda itu lagi.

“Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu.
Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat nereka.
Inilah golongan yang mendapat ridha dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Ingatlah, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap amal yang kita lakukan, neski hanya seberat zarah sekali pun,” jelas sang sufi itu.

Setelah mengungkapkan pengalamannya, Yunus benar-benar tobat dengan memperbanyak menggali ilmu dari guru sufi tersebut.
Yunus sadar bahwa setiap apa yang dilakukan menusia ketika hidupnya, kelak akan mendapat balasan di alam kubur.