Lainnya

Cara Mencari Produk untuk TOKO ONLINE

Cara Mencari Produk untuk TOKO ONLINE 1

Cara Mencari Produk untuk TOKO ONLINE 2Online Shop

Salah satu syarat bisa berjualan (online ataupun offline) adalah Anda mempunyai produk tentunya, terkecuali bila Anda berjualan Jasa. Mencari produk untuk toko online itu gampang-gampang susah, tergantung darimana Anda memulai. Berikut ini beberapa langkah untuk mencari produk untuk toko online.

LANGKAH 1: TENTUKAN KATEGORI/ JENIS PRODUK

Berikut ini beberapa pertimbangan dalam menentukan kategori produk untuk toko online:

1. Harga barang berkisar antara Rp. 100 sampai dengan Rp. 3.000.000 (atau terkadang lebih). Ini tergantung dari modal yang bisa kamu siapkan. Untuk barang yang nilainya kecil bisa diatur untuk pembelian kelipatan (tidak bisa beli satuan) atau grosir. Sementara untuk barang yang nilainya besar, Anda dapat mengambil profit margin besar juga, tetapi kuantitas penjualan tentu tidak akan besar. Jika jangkauan harganya diperkecil, rata-rata harga produk yang banyak dijual secara online berkisar Rp. 100.000.

Masih banyak orang Indonesia yang masih awam dan khawatir tertipu bila membeli produk yang dinilai terlalu mahal untuk dibeli secara online. Pertimbangannya bila terlalu murah, sayang di ongkos kirim, dan bila terlalu mahal takut tertipu.

2. Dimensi produk/ kemasan dus rata-rata kurang dari 20x20x20, atau secara volumetrik kurang dari 1.2 Kgm. Ada juga yang lebih besar tetapi tidak banyak. Paket yang sedikit besar akan dibuat compact dan padat supaya tidak terlalu besar di ongkos kirim.

3. Berat produk rata-rata kurang dari 1 Kg atau maksimal 1.2 Kg. Produk dikemas seringkas mungkin supaya ongkos kirim tidak melebihi 1 Kg (khusus untuk salah satu kurir 1,2 Kg masih tetap dihitung 1 Kg).

Ongkos kirim itu berpengaruh besar bila berjualan online. Inilah yang menjadi salah satu alasan banyak web marketplace yang melakukan promosi gratis ongkos kirim. Kurir biasanya memperhitungkan mana yang lebih besar angkanya, apakah volumetrik atau berat barang. Cara perhitungannya sebagai berikut:

Misalnya seperti ini:
– berat barang 500 gram
– dimensi barang di dalam kemasan 20x20x20 (ini dikalikan lalu hasilnya dibagi 6000). Maka totalnya 1.33 Kgm. Maka berat volumetriklah yang akan dijadikan patokan perhitungan ongkos kirim oleh kurir, bukan berat barang 500 gram.

Nah dengan pertimbangan tersebut di atas ini maka kategori barang yang cocok untuk jualan online adalah sebagai berikut:
1. Fashion/ Pakaian.
2. Aksesoris.
3. Tas.
4. Peralatan dan perlengkapan rumah tangga tertentu.
5. Aksesoris komputer/ elektronik/ digital/ gadget.
6. Peralatan dan aksesoris olahraga.
7. Peralatan dan aksesoris hobi .
8. Otomotif (spare parts kecil dan ringan).
9. Produk-produk kecantikan

Tidak menutup kemungkinan kategorinya akan semakin meluas ke barang-barang yang lebih besar dengan nilai yang juga jauh lebih tinggi. Sekarang saja sudah mulai muncul toko online yang berjualan logam mulia dan kendaraan.

LANGKAH 2 : CARI SUPPLIER/ PEMASOK PRODUK

Langkah berikutnya adalah mencari pemasok produk, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Langsung mendatangi pusat penjualan grosir produk. Cara ini banyak digunakan oleh pedagang retail kebanyakan, dengan mendatangi langsung bisa sekaligus mengecek kualitas barang. Kalau di Jakarta terdapat beberapa tempat khusus penjualan grosiran, misalnya Mangga Dua untuk komputer dan gadget, Glodok untuk elektronik, Sawah Besar untuk otomotif, Tanah Abang untuk pakaian-pakaian. Namun, cara ini mempunyai kelemahan karena para pedagang grosir di tempat-tempat tersebut juga mulai berjualan online. Lebih parah lagi para penjual disana sekarang juga mulai kehilangan pelanggan, karena bermunculan banyak importir/ pedagang grosir yang juga berjualan online.

2. Cari pemasok secara online. Banyak pedagang grosir berjualan online, cobalah cari melalui Google Search Engine, atau cari di web marketplace. Coba sortir berdasarkan harga atau total penjualan, Anda akan menemukan beberapa pedagang yang sebenarnya supplier/ distributor. Mereka memotong jalur langsung dengan tidak hanya menjadi supplier tetapi juga berjualan retail, langsung kepada end user (konsumen). Terkadang ada yang menyebut pedagang ini sebagai perusak pasar, karena mereka bisa memberikan harga murah yang terkadang jauh dibawah harga retail.

3. Cari supplier dari China langsung. Kenapa China? karena memang barang murah kebanyakan dari sana. Bagi Anda yang bermodal besar, coba menjadi importir langsung, kunjungi pasar Yiwu atau pasar grosir lain, pilih barang, negosiasi, lalu impor ke Indonesia. Jika tidak bisa ke China, coba cari supplier di Alibaba.com atau beberapa web lain (dari China), cari barang yang Anda mau jual, hubungi penjualnya lalu minta harga barang ex-work. Negosiasikan quantity lalu impor dalam jumlah banyak. Pastikan Anda sudah mempunyai pasarnya di dalam negeri.

LANGKAH 3 : MENENTUKAN STOK PRODUK

Tidak semua produk dapat Anda stok, Anda harus menentukan terlebih dahulu daftar barang apa saja yang dapat dijadikan stok. Jika salah menentukan stok maka barang tersebut akan menjadi aging, alias barang yang menjadi modal mengendap karena lama tidak terjual. Berikut ini beberapa pertimbangan dalam menentukan produk yang akan dijadikan stok:
1. Value/ nilai produk tidak menyusut banyak dalam waktu 6 bulan dan dalam jangka panjang.
2. Produk yang sudah pasti bisa Anda jual dalam waktu 1 bulan, atau maksimal 3 bulan.
3. Produk yang berdiri sendiri, bukan aksesoris.
4. Jika aksesoris dari produk tertentu, jangan terlalu banyak. Misalnya aksesoris untuk Samsung S8 atau Iphone X. Jangan sampai produk utamanya sudah discontinue, tetapi stok aksesorisnya di toko Anda masih banyak.
5. Hindari terlalu banyak mengalokasikan stok produk yang berkaitan dengan elektronik, gadget, komputer dan lainnya yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Seperti yang kita tahu, teknologi ketika ini berkembang sangat pesat.

LANGKAH 4 : CIPTAKAN PRODUK SENDIRI

Jika melihat kondisi di Indonesia sekarang, dimana banyak pemain besar/ grosir yang juga langsung berjualan retail online, hampir tidak ada peluang untuk menjadi besar bagi para reseller dan dropshipper. Dunia e-commerce dikuasai oleh hanya itu-itu saja, mereka yang lebih dulu melihat proyeksi bisnis retail akan condong kemana dan mereka yang lebih dulu menyadari bahwa reputasi online itu penting.

Kondisi ini bukan berarti menjadikan bisnis reseller/ dropshipper tidak bagus, tapi cukup bila hanya untuk mempelajari dunia e-commerse, membangun reputasi online serta melakukan analisis market. Jika Anda memproyeksikan diri untuk berkembang di dunia bisnis online, maka pilihan terbaik untuk berbisnis online hanya dengan cara menciptakan produk sendiri atau menjadi pemain besar yang mengambil barang langsung dari produsen.

Demikian artikel cara untuk mencari produ untuk toko online, klik label “Bisnis” untuk mendapatkan artikel seputar bisnis, atau label “Shop” untuk mendapatkan artikel seputar online dan offline shop.