Cara Terbaik untuk Mengenali Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan

Posted on
Cara Terbaik untuk Mengenali Penipuan Berkedok Lowongan Pekerjaan 1Penipuan

Saat awal-awal lulus kuliah dulu saya pernah mendapatkan cerita dari seorang teman yang merasa tertipu oleh satu perusahaan. Ceritanya seperti ini, dia melamar di salah satu perusahaan untuk posisi Marketing. Tidak lama lalu dia langsung mendapatkan panggilan untuk wawancara. Singkat cerita dia datang ke wawancara tersebut dan dinyatakan lulus dan lalu diharuskan mengikuti job training/ pelatihan kerja selama 1 minggu, dimana kelulusan final ditentukan dari hasil pelatihan kerja tersebut.

Pada hari yang sama, dia diberikan tugas untuk sebar brosur di salah satu mall dan di jalanan. Pada hari pertama itu, dia sudah merasa ada yang tidak beres karena tidak pernah ada kesepakatan kontrak kerja, tetapi karena penasaran dia ikut pelatihan kerja hari kedua, ternyata masih disuruh sebar brosur. Dia tidak lagi mendatangi perusahaan tersebut di hari ke tiga. Informasi dari kenalannya sesama pelamar kerja, ternyata di hari ke tiga dan ke empat, masih disuruh sebar brosur, dan lalu tidak pernah ada kelanjutannya lagi sampai dengan masa pelatihan kerja satu minggu berakhir.

Cerita teman saya tersebut, merupakan salah satu contoh adanya perusahaan yang melakukan penipuan melalui lowongan pekerjaan. Alih-alih membuka lowongan pekerjan, perusahaan tersebut hanya menginginkan tenaga gratisan untuk sebar brosur. Targetnya adalah para lulusan-lulusan baru karena lebih mudah tertipu ketimbang yang sudah berpengalaman.

Ada cerita lain, seorang teman mengajukan lamaran ke salah satu perusahaan besar di Indonesia, lokasinya di Tembagapura, Mimika. Sampai pada suatu hari, dia mendapatkan surat undangan untuk melakukan interview langsung di Tembagapura. Surat tersebut berisi undangan dan data dirinya secara detail sehingga terlihat seperti betulan. Disebutkan dalam undangan tersebut, tiket dan akomodasi akan ditanggung oleh perusahaan.

Curiga karena sedikit aneh, teman saya mencari tahu dengan cara sebagai berikut:
– Mengecek lowongannya langsung di situs resmi perusahaan tersebut. Ternyata sudah tidak ada lowongan pekerjaan yang dimaksud. Pengajuan lamarannya pun sudah lebih dari 6 bulan yang lalu.
– Menghubungi nomor telepon yang tertera dalam surat lamaran tersebut, dan diberikan informasi oleh seorang pria bahwa tiket dan akomodasi sudah dipesankan, tetapi karena sudah hampir akhir minggu, uang perusahaan tidak bisa cair langsung, dan dia diminta untuk transfer sejumlah uang untuk membayarkan tiket dan akomodasi terlebih dahulu, untuk lalu di reimburse ketika sudah sampai di Tembagapura. Sejak mendapatkan informasi tersebut, baru teman saya yakin bila ini adalah penipuan.

Berikut ini cara untuk mengenali penipuan berkedok lowongan pekerjaan:
1. Deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.
Sebelum melamar pekerjaan, lebih baik kamu mencari tahu terlebih dahulu deskripsi pekerjaannya. Saat wawancara biasanya juga diberikan kesempatan untuk bertanya, maka lebih baik tanyakan pada ketika itu. Jika kamu langsung diberikan pekerjaan tetapi tidak sesuai dengan job desc, lebih baik kamu sudah harus mulai curiga.

2. Tidak ada kontrak kesepakatan kerja (tanda tangan) tetapi sudah diberikan tugas.
Jika kamu sudah diberikan tugas macam-macam tetapi belum ada kesepakatan kerja maka kamu sudah mulai harus curiga, apalagi bila tugasnya tidak sesuai dengan posisi yang kamu lamar.

3. Anda diharuskan untuk membayar sejumlah uang.
Jika kamu diminta sejumlah uang untuk proses rekrutmen, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Apalagi bila kamu dipaksa-paksa untuk transfer. Idealnya sebuah perusahaan yang baik tentu akan mengalokasikan budget untuk rekrutmen pegawai.

4. Diterima langsung tanpa proses lebih lanjut.
Jika kamu langsung diterima tanpa proses lebih lanjut kemungkinan besar itu penipuan. Misalnya, tanpa proses wawancara, tanpa proses screening dengan HRD, tanpa proses tandatangan kontrak, dan sebagainya. Sebagai informasi tambahan, biasanya proses rekrutmen karyawan minimal ada 3 tahapan:
– Pengajuan dokumen lamaran oleh pelamar kerja, lalu penyedia kerja melakukan sortir dan penyaringan lamaran, dicari siapa yang cocok dan melanjutkan ke tahap berikutnya.
– Tahap tes tulis (psikotes) atau wawancara.
– Tahap negosiasi gaji dan kompensasi sekaligus penandatangan kontrak.

Tahapan rekrutmen tersebut tergantung dari kebutuhan perusahaan. Ada yang melakukan tes tulis beberapa kali, ada yang melakukan beberapa kali wawancara, ada juga yang memisahkan tahapan negosiasi gaji dengan penandatanganan kontrak, ada juga yang rumit sekali seperti proses perekrutan pegawai BUMN dan PNS.

5. Gaji yang tidak wajar atau terlalu tinggi.
Siapapun akan luluh bila diiming-imingi gaji sangat tinggi. Namun, kamu harus jeli, karena setiap posisi mempunyai range gaji tertentu. Bidang pekerjaannya pun menentukan besaran rata-rata gaji yang akan diterima.

6. Alamat situs dan email yang mencurigakan serta tidak ada fixed phone line.
Ini nyaris seperti penipuan lewat SMS, yang biasanya kita disebutkan mendapatkan hadiah tertentu dan diarahkan ke sebuah situs. Ciri-ciri penipuan berkedok lowongan pekerjaan biasanya sebagai berikut:
– perusahaannya tidak mempunyai situs resmi atau media sosial resmi, situs perusahaan tapi memakai domain gratisan (misalnya xxxxxxxx.blgspot.com, xxxxxxxx.wrdpress.com, xxxxxxxx.wx.com)
– perusahaannya tidak mempunyai fixed phone line, biasanya hanya memakai nomor handphone (simpel dan mudah diganti)
– perusahaannya menggunakan alamat email gratisan, misalnya menggunakan gmail, ymail, livemail, hotmail, dan sebagainya.

Demikian beberapa cara mengenali penipuan berkedok lowongan pekerjaan.
Semoga bermanfaat.