Parenting

Tips Mengajari Anak Menulis yang Efektif untuk Usia Prasekolah

Tips Mengajari Anak Menulis yang Efektif untuk Usia Prasekolah 1

Cara Mengajari Anak Menulis yang Efektif – Anak usia 3 tahun pada dasarnya sudah mampu untuk memegang pensil. Pada usia ini, sang anak juga tengah gemar sekali membuat coretan-coretan di atas sebuah lembaran kertas, baik itu di buku, koran, atau lembaran lainnya, ya walaupun coretan-coretannya tidak jelas dan terkesan abstrak. Namun demikian, hal tersebut menandakan bahwa sang anak memiliki minat untuk melakukan kegiatan menulis.
Dalam mengajari menulis, orang tua tidak boleh serta merta memaksa anak untuk langsung menulis abjad. Anak harus diberikan stimulus dulu dalam bentuk permainan atau sesuatu yang sifatnya menyenangkan. Karena harus diketahui, ketika usia prasekolah, kemampuan menulis anak masih tergolong dasar seperti memegang pensil atau menirukan bentuk-bentuk gambar sederhana.
Tips Mengajari Anak Menulis yang Efektif untuk Usia Prasekolah 2 
Nah sebelum anak diberikan pengajaran berkaitan dengan cara menulis, alangkah lebih baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu tips-tips yang perlu dipersiapkan sebelum anak terjun ke dunia menulis berikut:

1. Kesiapan Memegang Pensil

Dalam mengembangkan kemampuan anak dalam menulis, anak setidaknya harus tahu dulu cara memagang pensil yang baik dan benar. Apabila jari-jemari kecinya sudah tepat dalam memegang pensil maka ia akan lebih mudah dan nyaman untuk menulis dan menggambarkan bentuk-bentuk suatu tulisan.

2. Biasakan Berbincang dengan Anak

Semakin banyak berbincang-bincang dengan anak maka akan semakin baik pula kedekatan orang tua dengan anaknya. bila ditinjau manfaatnya terhadap menulis, ini sangat bermanfaat untuk menambah perbendaharaan kosakata yang pastinya berguna bagi bekal anak dalam menulis. Selain itu kebiasaan berbincang-bincang juga akan semakin memudahkan kamu dalam mengajari anak menulis.

3. Pemahaman Anak terhadap Konsep Bahasa

Apabila anak sudah mampu memegang pensil dengan tepat selanjutnya anak sebaiknya harus mengenal terlebih dahulu pemahaman akan konsep-konsep bahasa. Dalam hal ini, apabila sang anak sudah bisa membedakan antara a dan b maka anak dikenalkan terlebih dahulu huruf-huruf kecil sebelum ke huruf-huruf kapital, karena huruf kecil akan lebih sering dipergunkan.

4. Mulailah dari Pusat Minat Anak

Saat memulai mengajari menulis, sebisa mungkin disesuaikan dengan minat atau sesuatu yang disukai. Seperti menulis namanya sendiri, pakaian, makanan dan lain sebagainya. Apabila kegiatan menulis didasarkan pada aspek ini, menulis akan menjadi menyenangkan dan meningkatkan antusias anak.

5. Belajar Menulis Dimana Saja

Dalam mengajari anak menulis tidak harus menggunakan alat tertentu dan tempat yang spesifik. Dimana saja boleh asalkan bisa menopang anak dalam kegiatan belajar. Misalkan saat bermain dipantai, orang tua bisa menuliskan huruf di atas pasir yang pastinya akan membuat anak tertarik. Untuk pengenalan jenis huruf, orang tua juga bisa mempergunakan bagian-bagian tubuh, misalkan mulut yang terbuka nampak seperti huruf “O” atau menunjuk hidung, yang diawali huruf “h” dan lain sebagainya.

6. Jangan Paksa Menulis

Apabila anak usia prasekolah belum mau untuk diajari menulis, jangan terlalu dipaksakan. Hal ini akan berdampak buruk bagi masa depan anak, bisa jadi trauma akan timbul bila hal buruk ini dilakukan. Dan akhirnya anak malah semakin malas untuk belajar menulis.