4 Tips Mengerem Sepeda supaya Tidak Jungkir Balik

Posted on
4 Tips Mengerem Sepeda supaya Tidak Jungkir Balik 1Bersepeda di Gunung

Pernahkah kamu jatuh jungkir balik ketika bersepeda di jalur sepeda menurun? Sepeda terlempar dan kamu mendarat di tanah, lebih tragis bila sepeda menimpa kamu dan kamu mendarat di permukaan bebatuan. Mengerem sepeda memang sederhana, cukup menekan tuas rem dan sepeda berhenti. Namun ini tidak bisa disepelekan bila kamu doyan bersepeda gunung. Perlu cara yang aman supaya tidak jatuh, dan sepeda tetap melaju. Berikut ini Tips yang saya dapat dari rekan sesama goweser.

1. Pengaturan Tuas Rem

Atur tuas rem kamu senyaman mungkin, jari-jari tangan harus dapat meraihnya dengan mudah, terutama ketika posisi berkendara. Pengaturan tuas rem ini biasanya disarankan pada posisi 45 derajat ke bawah, tetapi itu tergantung posisi badan dan tangan anda. Jika seatpost kamu atur lebih tinggi, kemungkinan tuas rem juga harus disesuaikan lebih miring ke bawah.

Tips untuk menekan tuas rem paling ideal menggunakan satu jari telunjuk, khususnya untuk rem hidrolik. Posisi tuas rem sebelum ditarik, berada diantara ruas jari telunjuk ke dua dan tiga (ujung). Indikasinya ketika tuas ditekan, posisinya akan berada pada ruas jari telunjuk ke dua (tengah). Namun sebenarnya, pengaturannya tetap bergantung pada kenyamanan pengendara sepeda itu sendiri, karena meskipun tinggi badan sama, panjang dan kekuatan jari bisa berbeda. Untuk rem jenis lain dapat disesuaikan pengaturannya bila memerlukan lebih satu jari untuk menekannya.

2. Gunakan Kedua Rem untuk Mengurangi Kecepatan

Tips untuk mengerem di jalur menurun supaya tidak jatuh atau tergelincir adalah dengan menggunakan rem depan dan belakang secara simultan, tetapi dengan tekanan yang berbeda, atau bergantian sesuai kebutuhan. Fokusnya adalah gunakan rem untuk mengurangi kecepatan bukan untuk berhenti di jalur menurun tersebut. Roda tetap berputar tetapi kecepatannya berkurang.

Ketika bersepeda menurun, beban secara keseluruhan akan condong ke depan. Roda depan akan mendapatkan beban kurang lebih 70% (tergantung dari kemiringan jalur menurun tersebut) dan sisanya beban ke roda belakang. Gunakan rem belakang dan rem depan secara bersamaan, untuk mengurangi kecepatan sepeda. Jangan sampai rem depan mengunci ban sampai berhenti, karena inilah yang dapat menyebabkan pengendara jatuh jungkir balik. Jangan sampai rem belakang mengunci juga, karena ini akan menyebabkan roda tergelincir dan mengganggu keseimbangan.

Pada ketika di jalur sepeda menurun, rem depan berperan besar dalam mengurangi kecepatan sepeda, sementara rem belakang lebih berperan besar dalam menjaga supaya sepeda tetap seimbang. Kombinasi kedua rem ini akan lebih efektif dalam mengurangi kecepatan sepeda dan tetap menjaga keseimbangan, juga meminimalisir resiko jatuh.

Cara ini juga berguna ketika kamu melintas di permukaan licin, seperti pasir, tanah merah basah dan jalanan berbatu halus. Selalu ingat, bahwa pengereman maksimum di medan yang licin tidak akan menghentikan sepeda secara langsung. Apalagi bila kamu dalam kecepatan tinggi, pengereman maksimum akan membuat roda mengunci dan akan tergelincir dari lintasan.

3. Brake Timing

Pengendara sepeda lebih baik mengurangi kecepatan sebelum masuk ke lintasan yang menurun, daripada mengandalkan rem setelah masuk lintasan yang menurun tersebut. Jika pengendara haus akan adrenalin, ‘hajar bleh kebut aja’, pengendara sepeda tetap harus dapat mengendalikan kecepatan sebelum mencapai tikungan. Resiko tergelincir sangat besar bila kamu mengerem ketika di tikungan. Roda yang berputar artinya ban masih mencengkram jalan, bila roda berhenti sementara sepeda masih melaju, maka ban sudah tidak mencengkram jalan.

4. Posisi Badan

Posisi badan ketika melewati jalur menurun adalah dengan membungkuk dan sedikit menarik badan ke belakang. Jika jalur sepeda menurun lebih tajam, maka sedikit berdiri dan badan membungkuk, badan lebih ditarik ke belakang dengan posisi tangan agak lurus, sehingga posisi badan kamu sudah tidak berada di atas sadel lagi. Tujuannya adalah untuk memindahkan pusat berat badan kamu ke arah ban belakang. Posisi badan seperti ini akan mengurangi resiko jatuh jungkir balik, menambah cengkraman ban belakang pada medan, dan menstabilkan ban depan.

Teknik mengerem ini dapat dilatih dengan banyak bersepeda. Membiasakan diri untuk mengatur tekanan pada tuas rem. Kenali medan lintasan, apakah banyak pasir, tanah, tanah liat, berbatu, banyak akar pohon, gap, dan sebagainya. Pelajari tekniknya, kenali kemampuan diri sendiri, dan kenali medan, supaya tetap aman ketika bersepeda gunung.