Tips

4 Tips Merawat Airsoft Gun Bertenaga Baterai (AEG)

4 Tips Merawat Airsoft Gun Bertenaga Baterai (AEG) 1

4 Tips Merawat Airsoft Gun Bertenaga Baterai (AEG) 2Keep calm airsoft is nor a crime, hobbies and games only

Merawat airsoft gun bisa dibilang gampang-gampang susah apalagi bila perawatannya memerlukan bongkar-pasang unit. Jika salah bongkar atau salah pasang, bisa-bisa unit airsoft kamu malah rusak. Berikut ini beberapa Tips untuk merawat airsoft gun khususnya AEG:

1. Perawatan baterai. 

Klik untuk semua artikel tentang Airsoft Gun

Sumber tenaga airsoft ini adalah baterai, maka ini yang paling pertama dibahas. Jenis baterai yang biasanya digunakan untuk airsoft gun adalah LiPo (Lithium Polymer), NiCd (nickel–cadmium), dan NiMH (nickel–metal hydride). Masing-masing baterai ini mempunyai karakteristik berbeda.

Jika kamu menggunakan baterai NiCd maka kamu harus menghabiskan daya dalam baterai setelah selesai dipakai atau ketika akan tidak digunakan dalam waktu lama. Cell baterai NiCd akan mudah rusak bila dibiarkan terisi dalam waktu lama tetapi tidak dipakai. Baterai tipe ini tidak boleh asal charge, harus benar-benar kosong baru di charge sampai benar-benar penuh. Hal ini karena teknologi yang digunakan dalam baterai NiCd ini sudah cukup lama dan mempunyai kelemahan yang cukup merepotkan.

Kelemahan yang merepotkan ini dinamakan dengan memory effect, yang dikenal juga dengan istilah battery effect/ lazy battery effect/ battery memory, adalah efek yang muncul dalam baterai isi ulang nikel-kadmium dan nikel-metal hidrida yang menyebabkannya menampung lebih sedikit daya daripada kapasitas sebenarnya. Baterainya mengingat kapasitas yang lebih kecil. Penyebabnya adalah pemakaian yang tidak sesuai, misalnya kapasitas baterai 1500mAh, sudah digunakan 1100mAh, lalu kamu charge padahal baterai belum habis. Efek memori baterai terlihat disini, baterai mengingat kapasitas baterai kamu adalah 1100mAh ketika kamu terakhir charge. Untuk mengurangi dampak memory effect ini, baterai harus benar-benar kosong bila akan diisi ulang, atau gunakan baterry discharger. Baterai NiMH yang merupakan pengembangan dari NiCd, mempunyai kelemahan yang sama, yaitu memory effect, meskipun efek yang muncul tidak sebesar NiCd.

Beberapa orang menyarankan untuk melakukan siklus pakai-isi ulang (charging dan discharging) baterai NiCd/ Ni-MH baru sebanyak 3-5 kali untuk mengurangi kemungkinan terjadinya memory effect. Namun, saran ini juga tidak sepenuhnya bermanfaat, karena siklus itu juga dapat mengurangi umur baterai. Sebenarnya cukup dengan cara sederhana ini, charge sampai benar-benar penuh dan pakai sampai benar-benar habis, siklus pemakaian sebenarnya.

Baterai Li-Po ketika ini cukup banyak dipakai, lebih awet dan tidak begitu merepotkan. Tipe baterai kering isi ulang, kapasitasnya lebih besar dengan bobot yang lebih ringan dari baterai Nickel, tidak mengalami memory effect, tetapi harganya yang lebih mahal. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai baterai kosong total, karena akan merusak sel baterainya. Baterai tipe Li-Po ini harus kamu charge sebelum daya di dalamnya benar-benar habis, kebalikannya dari baterai nikel.

Baterai isi ulang juga mempunyai satu kelemahan lain, yaitu self-discharge, dimana kapasitas dalam baterai akan berkurang meskipun tidak digunakan. Self-discharge ini merupakan sebuah fenomena dalam baterai, berupa reaksi kimia internal yang mengurangi muatan yang tersimpan dari baterai walalupun tidak terjadi sambungan antara elektroda. Self-discharge mengurangi umur simpan baterai dan menyebabkan baterai mempunyai lebih sedikit muatan daripada kondisi penuh sebenarnya ketika digunakan.

Self-discharge ditunjukan dalam persentase, dan jumlah persentasenya berbeda antara satu baterai dan lainnya. Untuk baterai NiCd dan NiMH, angkanya bisa mencapai 3% per hari dari kapasitas maksimum (pada suhu 21 derajat Celcius). Pada suhu yang lebih rendah, kabarnya akan sedikit membantu mengurangi efek self-discharge ini. Makanya kamu juga pasti pernah mendengar saran bahwa menyimpan baterai tipe NiCd atau NiMH ini lebih baik dalam lemari es. Jika kamu akan memakai baterainya lagi, maka perlu proses thawing terlebih dahulu setelah dikeluarkan dari lemari es supaya baterai kembali ke suhu ruang.

Sementara itu untuk baterai tipe lithium, mempunyai self-disharge tetapi sangat kecil. Jika kita charge sampai benar-benar penuh lalu disimpan dalam waktu yang lama pada suhu ruang maka kapasitasnya tidak akan banyak berkurang. Cukup banyak kelebihan baterai lithium dibandingkan dengan nikel, wajar bila harganya lebih mahal.


2. Bersihkan barrel (laras) airsoft gun kamu setiap kali selesai dipakai. 

Asumsinya setiap sukir kamu menghabiskan minimal 3 magazine hi-cap, maka sudah lebih dari 1000pcs BB keluar dari laras airsoft anda. Gunakan cleaning rod, teteskan sedikit silicon oil pada kain katun yang tipis dan lembut, lalu bersihkan larasnya beberapa kali. Keringkan dengan cara yang sama tetapi dengan kain yang kering. Gunakan silicon oil murni ataupun yang khusus aman untuk karet (ada tulisannya safe for rubber).

3. Magazine juga harus harus dibersihkan dengan kain katun kering. 

Bersihkan dari sisa-sisa tanah yang menempel, debu tipis, keringat, dan kadang ada rumput yang nyangkut. Jangan menyemprotkan pelumas pada tempat BB, karena akan menyebabkan BB sulit keluar akibat terlalu basah oleh pelumas. Beda dengan magazine untuk airsoft tipe gas blowback, terkadang di tempat BB berbaris rapi itu harus dilap tipis-tipis dengan silicon oil, membersihkan magazine sekaligus memberinya sedikit pelumas.

Magazine yang sudah lama digunakan akan meninggalkan residu di dalamnya berupa kotoran, kumpulan debu yang bersatu. Sebaiknya servis magazine airsoft kamu bila sudah menyentuh angka 20ribu BB keluar dari magazine, atau sekitar 57-66 kali isi ulang untuk magazine hi-cap. Anda bisa servis sendiri, bersihkan atau ganti per di dalamnya bila diperlukan, tetapi resiko ditanggung sendiri. Bisa juga meminta tuner untuk membersihkannya.

4. Gunakan BB dengan kualitas terbaik.

BB banyak yang murah, tetapi jangan pilih yang murahan. Gunakan BB yang bulat bundar sempurna, tidak benjol, tidak ada bekas cetakan, tidak bergaris, dan tidak miring. BB yang tidak bagus akan beresiko macet, merusak barrel, dan tentunya akan butuh lebih banyak budget untuk memperbaiki airsoft yang rusak.

Pada dasarnya perlakukan AEG kamu seperti perangkat elektronik lainnnya yaitu simpan di tempat yang kering dan aman, karena sudah pasti AEG mempunyai rangkaian elektronik didalamnya termasuk baterai. Akan ada ketikanya airsoft kamu mogok atau tidak dapat digunakan, kemungkinan besar ini disebabkan oleh terkikisnya roda gear utama yang terbuat dari plastik. Namun jangan khawatir, kerusakan ini akan terjadi setelah ribuan kali tembakan. Jika sudah seperti ini maka kamu harus mengganti part yang aus/ rusak tersebut.

Demikian 4 Tips untuk merawat AEG, semoga bermanfaat!

Klik untuk semua artikel tentang Airsoft Gun