6 Tips Agar Lolos Pengajuan KPR

Posted on
6 Tips Agar Lolos Pengajuan KPR 1KPR Rumah

Memiliki rumah adalah impian semua orang dan cara paling populer untuk memilikinya adalah dengan cara KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Sangat jarang yang membeli rumah dengan cash, karena tentu sulit menabung dana ratusan juta sampai dengan milyaran rupiah untuk membeli rumah dengan cara cash. Kemungkinan akan terbentur kebutuhan lain yang akan selalu lebih urgent daripada membeli rumah. Menabung untuk membeli rumah pun terdengar mudah tetapi sulit. Laju inflasi akan menggerus nilai rupiah setiap waktu, sementara nilai rumah akan terus meningkat.

Memiliki rumah dengan kredit menjadi cara yang paling logis. Namun mengajukan kredit rumah di bank tidak mudah, bisa jadi sukses atau gagal, berikut ini beberapa Tips supaya lolos pengajuan KPR:

1. Ajukan KPR sebelum Anda berumur 40 tahun

Jika Anda sudah berusia lebih dari 40 tahun, maka kemungkinannya sangat kecil bank akan meloloskan pengajuan KPR Anda. Logika perhitungannya seperti ini, bila Anda mengajukan tenor KPR maksimum 30 tahun pada umur 40 tahun, berarti Anda baru bisa melunasi KPR pada umur 70 tahun. Sementara biasanya orang pensiun maksimum pada umur 65 tahun. Kecuali bila Anda mengajukan tenor KPR dibawah 15 tahun. Walaupun KPR Anda diasuransikan, bank tidak akan mengambil resiko KPR macet karena Anda sudah berhenti bekerja.

Lalu kapan waktunya mengajukan KPR? Ya tentunya pada usia produktif, bila mungkin umur 20 tahunan, ketika Anda sudah mulai berkarir atau 30 tahunan ketika karir sudah mulai baik dan stabil.

2. Penghasilan di atas UMR karena Rasio Kredit pada batas 30%

Rasio kredit pinjaman/ utang biasanya pada angka 30% dari penghasilan Anda. Ini sebagai salah satu cara bank memastikan bahwa pengaju KPR mampu membayar cicilan rumah per bulannya, dan meminimalisir terjadinya kredit macet. 30% dianggap sebagai batas aman bahwa cicilan tetap dapat dibayarkan sementara biaya hidup sehari-hari masih tercukupi.

Misalnya penghasilan Anda stabil pada angka Rp.15.000.000/ bulan, perhitungan pada rasio kredit 30% artinya Anda mampu membayarkan cicilan sebesar Rp.4.500.000 per bulan. Maka logikanya bank akan meloloskan pengajuan KPR bila cicilannya di bawah Rp.4.500.000 per bulan.

Jika Anda tertarik untuk membeli rumah di kawasan tertentu seharga Rp.500.000.000 tipe 36/72, maka dapat diasumsikan bank akan memberikan plafon kredit sekitar Rp.350.000.000 (DP 30%) dengan rincian sebagai berikut:

  • Harga Rumah Rp 500.000.000
  • Uang Muka (DP) Rp 150.000.000 (30 %)
  • Tenor 30 tahun (360 bulan)
  • Asumsi bunga anuitas 14.6 % / tahun (1.22 % / bulan), bisa berbeda ketika pengajuan sebenarnya.
  • Plafon Pinjaman Rp 350.000.000
  • Angsuran per bulan Rp.4.313.812,53
  • Biaya Provisi, Appraisal, Administrasi, Notaris, Asuransi, Pajak Pembeli / BPHTB, Lain-lain Rp 47.700.000. Bisa berbeda dan variatif ketika pengajuan KPR sebenarnya.

Angsuran per bulannya diasumsikan sebesar Rp.4.313.812, maka bila penghasilan Anda Rp.15.000.000/ bulan, peluangnya akan sangat besar untuk mendapatkan KPR. Anda diasumsikan mampu membayar cicilan karena memenuhi rasio utang 30% (4,5 juta) , dan cicilan KPR masih dibawah itu (4,3 juta).

Penghasilan Rp.15 juta per bulan tentu ini di atas UMR (bila UMR Jakarta Rp. 3.3 juta). Pengajuan KPR ini akan lebih mudah bila Anda sudah menikah dan pasangan Anda bekerja juga. Anda dapat menggunakan gabungan penghasilan suami/istri (joint income).

Beban utang lain Anda pun akan masuk perhitungan. Misalnya Anda masih mempunyai cicilan mobil 7 tahun lagi sebesar 4 juta rupiah perbulan. Maka cicilan mobil ini akan masuk dalam perhitungan rasio utang dengan penghasilan.

3. DP yang Besar

Perhitungan plafon pinjaman adalah harga rumah dikurangi uang muka (DP= Down Payment), karena itulah DP semakin besar maka plafon pinjaman semakin kecil dan beban cicilan per bulan semakin kecil.

Jika mengambil contoh sebelumnya, rumah seharga Rp.500 juta dengan DP Rp.150 juta (30%), maka asumsi cicilannya Rp.4.313.812,53 per bulan. Jika DP Rp.200 juta (40%) maka asumsi cicilan menjadi Rp 3.697.553,60 per bulan, dengan asumsi rincian lain yang sama. Maka dengan penghasilan Rp.15 juta per bulan, rasio kreditnya semakin kecil, dan peluang lolos KPRnya menjadi semakin besar.

4. Bank Checking 

Gerbang keamanan lain yang harus kamu lewati adalah Bank checking/ BI checking, pengecekan riwayat di Bank Indonesia. Semua persyaratan lolos tetapi BI checking negatif maka KPR akan ditolak. BI Checking akan menelusuri riwayat kredit/ utang Anda, bila Anda mempunyai riwayat buruk apapun itu bentuknya akan ketahuan.

BI checking akan menilai berdasarkan kelancaran Anda membayar cicilan Anda lainnya selain rumah yang sedang Anda ajukan KPR-nya. Penilaian BI akan berupa skor 1 sampai dengan 5, 1 nilainya baik dan 5 status kreditnya buruk. Oleh karena itu, sebaiknya jaga riwayat kredit Anda dengan membayar kartu kredit tepat waktu, hindari adanya tunggakan dalam waktu lama. Hati-hati ketika memakai kartu kredit, bila memang dirasa tidak mampu bayar jangan asal gesek asal pakai.

5. Kepemilikan harta benda lain

Bank akan menanyakan juga harta benda milik Anda yang lain. Misalnya Anda mempunyai mobil seharga 700 juta dan cicilannya sudah lunas, atau Anda mempunyai simpanan emas 1 kilo. Kepemilikan harta benda yang lain juga akan memperbesar peluang mendapatkan KPR, terutama harga benda yang sudah menjadi milik sendiri dan tidak dalam bentuk utang (atau cicilan masih berjalan).

6. Bank tetap akan membantu proses pengajuan KPR kamu supaya lancar

Bank tentu mempunyai target sendiri, karena itulah bank tetap akan selalui punya solusi untuk permasalahan proses pengajuan Anda. Artinya bank dan Anda sama-sama saling membutuhkan, tetapi bank tetap akan menilai apakah Anda layak untuk diberikan pinjaman.

Pada prosesnya terkadang Anda akan menemukan pegawai bank yang terkesan enggan melayani Anda yang mengajukan KPR. Jika seperti ini sebaiknya cari yang lain yang benar-benar kooperatif. Ini karena Anda akan selalu berhubungan dengan orang tersebut selama masa pengajuan KPR. Jika memang tidak ada yang kooperatif dan layanannya sangat buruk, lebih baik cari bank lain.

Hampir semua bank menyediakan layanan KPR, jangan khawatir kehilangan kesempatan. Cari bank yang mempunyai ulasan positif dari nasabahnya. Ulasan ini bisa dengan cara mencarinya di forum tertentu atau meminta referensi dari sahabat, teman, kolega ataupun keluarga. Jika Anda membeli rumah dari developer tertentu, biasanya mereka sudah punya koneksi orang bank sendiri, mintalah referensi dari mereka.