8 Tips Ketika Membeli Airsoft Gun

Posted on
8 Tips Ketika Membeli Airsoft Gun 1

Patch Airsofter Indonesia

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli airsoft gun, coba tanyakan kepada diri sendiri terlebih dahulu, untuk apa kamu membeli airsoft gun? Jika jawaban kamu adalah untuk alat pertahanan diri, untuk kebaikan bersama lebih baik kamu buang jauh-jauh keinginan kamu untuk membeli Airsoft gun. Jika untuk pertahanan diri, lebih baik kamu kursus bela diri. Airsoft gun bukan alat pertahanan diri, bukan alat untuk menyakiti orang lain, bukan juga alat untuk memasak. 😀

Berikut ini 5 Tips ketika kamu memutuskan akan membeli airsoft gun:

1. Tentukan budget anda.

Budget, tentu menjadi titik awal kamu ketika akan menentukan barang apa yang akan dibeli. Jika low budget anda dapat memilih Airsoft gun (ASG) buatan China, bila budget kamu lebih besar kamu dapat memilih produksi Hongkong atau Jepang. ASG produksi China dapat dibilang sangat laris manis di Indonesia, karena harganya cukup terjangkau mulai dari 3 juta bila rusak pun spare part-nya tersedia cukup banyak (untuk model tertentu misalnya M4), sementara untuk produksi Hongkong dan Jepang kamu mesti siap-siap merogoh kocek lebih dalam, mulai dari 4.5 juta.
Sayangnya harga di Indonesia jauh lebih mahal karena terkena biaya-biaya lain-lain, untuk ASG harga USD300, dengan nilai tukar Rp.13.500, sampai di Indonesia bisa mencapai harga Rp.6.500.000 – Rp.8.000.000, banyak biaya lain-lain termasuk profit margin seller yang katanya sebenarnya tipis.

2. Tipe apakah yang akan dibeli.

Jika kamu belum tahu ada tipe apa saja silakan baca artikel tentang jenis airsoft gun. Untuk ASG spring paling murah, harganya ratusan ribu (tapi ya itu, nembak ke kiri BB bisa belok ke kanan), tapi untuk spring Sniper/ shotgun yang lebih bagus harganya sekitar 4jutaan. Kebanyakan airsofter menggunakan tipe AEG karena selain bisa burst BB seakan-akan menyiram tanaman, tipe AEG juga simple karena hanya memakai baterai sebagai sumber tenaganya. AEG yang standar berada di kisaran 5 juta hampir mirip dengan yang tipe GBBR harganya mulai dari 5 juta juga, kekurangannya untuk tipe ini agak boros gas bila kamu bermain dengan para pemakai AEG (kecuali anda ga nembak-nembak :D).

3. Tentukan Role yang diinginkan dalam permainan.
Karakter/ role anda dalam permainan menyesuaikan dengan jenis ASG yang cocok dengan anda. Jika kamu doyan grasak-grusuk dalam permainan jarak dekat/ CQB maka pilihlah tipe AEG/ GBB dengan model assault rifle/ SMG/ carbine/ shotgun. Jika kamu tipe kalem ingin jadi marksman doyan dengan precision shooting jarak jauh maka pilihlah model sniper dengan tipe spring/ gas/ AEG. Jika kamu mau coba semua role coba beli AEG model carbine/ assault riffle/ SMG tetapi dengan modifikasi barrel dipanjangkan/ dipendekan atau dengan silencer quick detach yang dapat dibuat jadi power enhancer, jarak dekat oke jarak jauh oke. Jika kamu berniat untuk ikut AA-IPSC dengan GBB handgun kebanyakan senior-senior menyarankan tipe Hi-Capa dari TM sebagai starting weapon, harga mulai dari Rp.3.000.000 tanpa modifikasi dan tambahan magazine.

4. Cost Efficiency.
Ini kaitannya dengan barang habis pakai yaitu BB dan Gas (untuk GBB/ GBBR). Berikut ini penjelasannya:
a.       Untuk tipe AEG, memakai baterai, dimana tidak terlalu banyak memakan daya (listrik) dapat disebut no cost at all (apalagi bila nge-charge di rumah, yang bayar listrik kan emaknya :D). Jenis ini akan boros BB, tekan trigger dan burst….sroooooootttt…. Keluar semua 300pcs BB.
b.      Untuk tipe GBBR dengan model assault riffle/ SMG, memakai gas, akan sangat boros di gas. Green gas 1000ml bisa habis dalam 2-3 kali skirmish/ sukir bila kamu bermain dengan para pengguna AEG (anda lebih aktif menembak ketimbang ketika bermain dengan sesame GBB). Namun akan lebih hemat BB, kapasitas paling banyak 1 long-mag biasa hanya 49BB (untuk kriss vector).
c.       Untuk model Sniper baik yang menggunakan gas, spring, ataupun baterai, semuanya hemat BB hemat Gas atau baterai.
d.      Untuk tipe spring apapun modelnya, hemat BB dan tidak memakai gas tidak juga memakai baterai, tetapi mungkin akan boros di nasi 😀  , karena memakai tenaga untuk mengokangnya.

5. Biaya perawatan dan durability.

Untuk biaya perawatan ASG sebenarnya cukup murah, tergantung dari pemakaian dan perlakuan kamu terhadap unit ASG. Untuk perawatan cukup menyediakan silikon (harga sekitar Rp.30.000/ 100ml), lap anti-gores dan tidak berbulu (harga variatif), cleaning rod dan beberapa tools untuk membongkar dan membersihkan ASG. Sementara untuk durability/ daya tahan sangat bervariasi tergantung merk, pemakaian, perawatan dan modifikasi.
Dilihat dari merk-nya, tentu daya tahannya lebih baik merk dari Jepang/ Hongkong/ Taiwan ketimbang merk dari China. Namun, pemakaian dan perawatan juga menjadi penentu yang sangat berpengaruh. Jika kamu beli ASG produksi China dan Jepang langsung dua-duanya, tapi yang China disimpan di lemari dan dirawat apik, sementara yang satu lagi kamu pake terus dan dibiarkan kotor, tidak diberi pelumas, serta tidak pernah dibersihkan, tentu lebih akan cepat rusak yang dipakai. Salah modifikasi juga bisa jadi malah memperpendek umur ASG anda, pilihlah tuner yang berpengalaman dan terpercaya.

6. Daya lontar BB/ FPS (Feet per Second)
FPS merupakan satuan yang menunjuan daya lontar BB yang dimuntahkan oleh ASG, feet per second/ kaki per detik. Semakin tinggi fps maka akan semakin jauh BB yang dilontarkan dan impact yang lebih besar. Kebanyakan orang yang berniat membeli ASG selalu menginginkan fps yang tinggi, semakin kencang semakin senang. Keinginan ini tidak salah sebenarnya, tapi bila kamu akan bermain war games yang akan kamu tembaki adalah teman kamu sendiri. Semakin tinggi fps akan terasa semakin sakit. Kebanyakan komunitas/ area CQB hanya mengijinkan ASG dengan rata-rata 350fps, untuk permainan jarak dekat. Jika diijinkan lebih pun kemungkinan tipe sniper atau permainannya outdoor.

7. Ketersediaan spare part, kelengkapan dan aksesoris.
Ini juga sangat penting bila kamu mau membeli ASG. Satu hal lain yang harus diperhatikan juga sebenarnya bukan ketersediaan parts saja tapi budget yang harus kamu keluarkan ketika spare part yang kamu butuhkan mahal sekali. Apabila spare part tersedia di pasaran tapi harganya seharga 1 unit baru, akan terasa konyol juga. Jika diandaikan mobil, pilihlah mobil rakyat seperti *v*nza, spare part bertebaran, yang ori banyak yang KW juga banyak, seandainya tidak ada cari kanibalan.
Satu lagi yang tak kalah penting adalah spare magazine, cukup penting dalam war games. Konyol bila kamu hanya punya 1 mag, tapi kamu bisa pinjam ke pemain lain bila banyak pemain lain yang menggunakan model yang sama dengan anda. Misalnya kamu memilih model M4, banyak sekali airsofter yang memakai M4, bisa tukar-pinjam mag ketika dalam permainan bila mag kita habis. Selain itu, harga spare mag juga jadi pertimbangan, bila kamu memilih GBB/ GBBR harga spare mag-nya jauh lebih mahal ketimbang spare mag AEG. Mag GBB/ GBBR kisaran 700 ribu s/d 1.5juta, sementara mag AEG standar 100 s/d 500r ribu.

8. Pilih Penjual yang terpercaya
Saat ini yang berjualan ersop cukup banyak, beberapa menjual juga air gun. Mencari seller terpercaya gampang-gampang susah, tetapi ada beberapa cara yang dapat kamu tempuh. Cara yang pertama masuk ke sebuah komunitas ersop biasanya ada seller di dalamnya kadang sekaligus tuner. Jika kamu sudah berada di dalamnya, kamu tidak perlu khawatir akan ditipu. Cara lain, masuk ke media sosial komunitas ersop, bisa langsung tanya disitu. Cara lain yang sedikit resikonya adalah langsung beli melalui web marketplace yang menyediakan garansi uang kembali, bila tertipu kamu bisa komplain dan uang kamu akan kembali.
Demikian 8 Tips sebelum kamu memutuskan akan membeli airsoft gun. Semuanya dikembalikan kepada niat kamu untuk membeli airsoft gun, bila akan dijadikan untuk alat bela diri, sebaiknya jangan membeli airsoft. Jadikan airsoft ini olahraga yang aman dan menyenangkan. Salam RSSF !! (SM)