Kelemahan yang Tidak Boleh Disebutkan pada saat Interview serta Tipsnya

Posted on

Kesalahan dalam menyampaikan kelemahan anda ketika interview kerja dapat berakibat fatal dan gagal. Ketrampilan dalam menyampaikan kelemahan merupakan skill yang dibutuhkan ketika pewawancara menanyakan perihal dari kelemahan yang anda miliki. Kelemahan adalah hal yang umum dimiliki setiap individu, namun kesalahan dalam mengkomunikasikannya dapat menjadi kesalahan fatal ketika interview kerja.

kelemahan yang tidak boleh disebutkan pada saat interview
kelemahan yang tidak boleh disebutkan pada saat interview

Jujur, memang sangat sulit menjelaskan kelemahan kita kepada orang lain apalagi ketika interview kerja. Seharusnya pada proses ini anda semestinya memperlihatkan kelebihan yang anda miliki agar dapat diterima kerja karena kemampuan anda, tapi tiba-tiba pewawancara menanyakan perihal apa yang menjadi kelemahan anda. Ini adalah ketika sulit yang harus anda lewati bila pewawancara menanyakan perihal ini.

Pertanyaan “Apa kelemahan anda?” memang pertanyaan yang sangat sulit dijawab karena tidak mempunyai jawaban yang hebat yang dapat mendukung kemampuan anda dalam bekerja. Bila kita tidak siap dengan pertanyaan ini, maka dapat dibayangkan kondisi wawancara kerja yang canggung, kaku dan bahkan kita tidak dapat menyampaikan jawaban kepada pewawancara. Untuk menghindari kondisi ini, semestinya kita mengetahui tips dan trik cara menyampaikan kelemahan ketika interview kerja.

 

Kiat Mengkomunikasikan Kelemahan ketika Wawancara Kerja

Memahami cara mengkomunikasikan kelemahan dalam interview kerja sangatlah penting agar tidak membuat suasana wawancara terlihat surka alias suram dan kaku. Pertanyaan seperti ini memang tidak kita diharapkan dalam interview, namun ini merupakan pertanyaan yang umum ditanyakan oleh pewawancara kerja dan sebagai yang diwawancara, kita harus siap.

Bagi perusahaan, kelemahan atau kelebihan yang anda miliki bukanlah hal penting bagi mereka. Sebab, semua proses kerja dapat dipelajari pada tahapannya. Namun pertanyaan ini umumnya digunakan perusahaan untuk menilai apakah anda calon pekerja yang mempunyai kesadaran diri dan karakter yang baik. Inilah poin yang menjadi penilaian utama bagi perusahaan dalam pertanyaan ini

Ada 3 kiat yang harus dipahami dalam mengkomunikasikan kelemahan anda kepada pewawancara, antara lain;

Kesadaran Diri Dan Menyeimbangi.

Bila anda menjawab “Saya tidak mempunyai kelemahan dalam bekerja”. Maka jelas bila kelemahan anda sebenarnya adalah kurangnya kesadaran diri. Sebagai manusia, semua kita tentunya mempunyai sisi kelemahan masing-masing. Namun hal terpenting adalah bagaimana kita menyeimbangi kelemahan yang kita miliki.

Mengakui sisi kelemahan dalam proses interview bukan berarti kita lemah. Akan tetapi, kesadaran diri yang bersifat positif dalam menyeimbangi kelemahan yang dimiliki merupakan poin penting yang menjadi perhatian perusahaan umumnya. Secara konkret, pertanyaan semacam ini sebenarnya sedang menguji kesadaran kita terhadap kelemahan masing-masing, dan berupaya memperbaiki kelemahan yang dimiliki.

Menyampaikan Dalam Bahasa Positif.

Setiap orang pasti mempunyai ketrampilan yang berbeda-beda dalam menyampaikan kelemahan ketika wawancara bila dimintakan untuk menyampaikan kelemahannya masing-masing. Jawaban yang bertele-tele dengan penjelasan yang panjang dan seakan-akan anda sedang berupaya membenarkan diri bahwa anda tidak mempunyai kelemahan, akan membuat anda gagal dalam wawancara kerja.

Menyampaikan kelemahan dalam bahasa positif dan tidak ada yang menjadi tumbal dari kelemahan yang kita miliki adalah cara paling disukai perusahaan secara umum. Salah satu tips yang dapat kita lakukan dalam tahapan ini adalah dengan menganalisa kelemahan kita sendiri, menyadarinya dan melakukan upaya-upaya yang dapat mengimbangi kelemahan yang kita miliki.

So, tidak ada yang perlu disembunyikan dari sebuah kelemahan yang kita miliki dengan bertele-tele dan penjelasan yang ngaur. Hal yang terbaik kita lakukan untuk menjelaskan kelemahan kita adalah dengan bersikap jujur terhadap kelemahan dan menyadarinya serta berupaya menyeimbanginya. Inilah cara turn weaknesses into strengths yang mesti dipahami dalam memperisapkan diri dalam wawancara kerja bila berhadapan dengan pertanyaan semacam ini.

Contoh Menyampaikan Kelemahan ketika Wawancara.

Berikut ini beberapa contoh latihan dalam menyampaikan kelemahan ketika interview;

“Saya sering demam panggung bila diminta berdiri berbicara didepan ramai ketika awal-awal bekerja. Walaupun belum sempurna, namun saya merasa lebih baik selama ini setelah bergabung di klub diskusi pemuda dan mempelajari bagaimana mereka berada di depan banyak orang dalam menyampaikan pikiran mereka”

“Saya adalah orang yang terlalu banyak bicara dan gemar bersosialisasi. Saya menyadari kelemahan ini yang terkadang tidak selalu berkaitan dengan pekerjaan saya. Di kantor dulu, saya sering tidak dapat diam kalau diberi kesempatan berbicara, namun saya sadar setelah mendapat kritikan dari teman kerja. Mulai saatitu, saya meminta teman kerja untuk menegur saya bila saya mendominasi percakapan soal pekerjaan

“Saya adalah orang yang sulit mempercayai orang lain dalam keabsahan data pada proyek kami, kelemahan ini membuat saya merasa tidak enak dengan karyawan diperusahaan x karena saya melakukan pekerjaan yang dipahami mereka. Namun, saya belajar memahami bagaimana mempercayai orang lain melakukan tanggung jawabnya. Saya menyadari bahwa mempercayai orang lain melakukan tugasnya membuat kerja team lebih mudah.

“Saya sering asyik menghabiskan waktu untuk mengecek keabsahan data proyek pada akhir pekan. Kelemahan ini membuat waktu kerja untuk tugas lain tidak cukup, dan saya terpaksa pulang agak telat karena harus menyelesaikan tugas lain yang tidak boleh ditunda dan menyiapkan tugas untuk hari berikutnya”

Contoh diatas adalah hanya sebagai sample bagaimana menyampaikan kelemahan dalam wawancara. Dari contoh diatas, jelas bahwa menyeimbangi kelemahan adalah trik yang baik dalam menyampaikan kelemahan ketika interview. Menyampaikan kelemahan secara polos dan tidak berupaya menyeimbanginya dapat membuat wawancara gagal.
Berhasil tidaknya kiat menyampaikan kelemahan ketika inteview ini sangat tergantung pada orang yang mewawancarai. Tidak semua pewawancara setuju bahwa mengakui kelemahan adalah kekuatan, dan mungkin mereka akan menggunakan kelemahan anda untuk menyerang anda. Beberapa pewawancara dapat saja lebih rendah cara berfikirnya dari anda. So, sangat penting untuk menganalisa situasi dan berupaya untuk beradaptasi.

Finally, Cobalah menganalisa kelemahan terlebih dulu, dan buatlah latihan dalam menyampaikannya seperti teknik yang kita bahas dalam artikel ini. Jangan abaikan kelemahan yang cara memperbaikinya tidak anda ketahui, sehingga anda tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan sederhana semacam ini nantinya, yang justru membuat situasi wawancara kaku dan membuat anda gagal.

Demikian uraian singkat tentang cara menyampaikan kelemahan anda ketika interview kerja. Semoga dapat menjadi informasi tambahan untuk anda yang akan menghadapi wawancara kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter Captcha Here : *

Reload Image