Tips

Tips Agar Sukses dalam Berkarir

Tips Agar Sukses dalam Berkarir 1

Tips Agar Sukses dalam Berkarir 2Tips Agar Sukses dalam Berkarir

Tidak banyak orang menjalani karirnya dengan lancar, beberapa orang yang saya kenal pun lebih banyak mengeluh terhadap perusahaan yang mempekerjakannya. Entah kenapa, sepertinya dari 4 perusahaan yang pernah saya masuki, kebanyakan tidak puas atas kekurangan perusahaan tempat mereka bekerja. Walaupun posisi mereka dapat dibilang sudah di ‘atas’, dibandingan dengan rekan-rekan kerja yang lain.

Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah urusan kesejahteraan, tidak puas dengan gaji dan tunjangan, bos yang pemarah dan doyan mengeluarkan kata-kata kasar, pekerjaan yang menumpuk, dan kebijakan-kebijakan perusahaan yang kadang secara subjektif dinilai merugikan karyawan. Ada yang bilang inilah dinamika bekerja, kadang menyenangkan kadang dikeluhkan. Tapi apakah dengan mengeluh dan bergosip ria akan meningkatkan karir dalam perusahaan tersebut? Tentu tidak! Berikut ini beberapa Tips untuk meningkatkan karir dalam perusahaan.

1. Rencana

Salah satu tokoh besar di Indonesia, Bapak M. Jusuf Kalla, mengatakan “Pekerjaan yang baik tanpa perencanaan hanya akan sulit. Perencanaan yang baik tanpa pelaksanaan hanya akan jadi arsip.” Ini tentu sangat benar, pekerjaan akan dapat dikerjakan dengan lebih baik dengan perencanaan yang matang, tetapi perencanaan itu sendiri harus ada action, harus dilaksanakan.

Pekerjaan tanpa perencanaan berarti kamu berencana untuk gagal. Perencanaan itu sendiri didasarkan pada tujuan dan misi yang akan dilakukan. Dalam buku Stephen Covey, The 7 Habits of Highly Effective People, disebutkan bahwa bila Anda tidak menetapkan tujuan berdasarkan misi Anda, mungkin kamu hanya akan berujung pada puncak yang salah, puncak dari pencapaian yang tidak kamu inginkan.

2. Follow Up dan Jangan Ditunda-tunda

Reputasi baik harus kamu jaga dan kembangkan. Jadilah orang yang dapat diandalkan terutama untuk tugas yang dipercayakan kepada anda. Selesaikan setiap pekerjaan dengan baik dan benar, serta selesaikan tepat waktu. Jika kamu selesai lebih cepat ada baiknya kamu mengecek lagi pekerjaan yang sudah dilakukan, apakah sudah benar dan sesuai. Waktu sisanya dapat kamu gunakan untuk membantu rekan kerja kamu dengan pekerjaan lain, sekaligus mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru.

Menunda-nunda pekerjaan adalah sebuah kesalahan besar, kamu dapat kehilangan kepercayaan dari rekan kerja dan atasan anda. Finish it in the last minute, akan cukup merepotkan seandainya deadline tugas kamu menjadi lebih cepat. Anda tidak akan tahu kualitas hasil pekerjaan, karena tidak mempunyai waktu untuk mengevaluasinya.

TO DO LIST adalah sebuah tool sederhana yang dapat membantu kamu mengerjakan sesuatu dengan baik, cepat dan tidak ada yang terlewat. Daftar pekerjaan ini kamu buat setiap akan bekerja, susun berdasarkan deadline dan skala prioritas. Seandainya ada yang tidak bisa selesai pada hari itu, maka dapat dialihkan ke hari berikutnya.

3. Ketahui dan Pelajari Perusahaan

Setiap perusahaan mempunyai budaya dan kebiasaan masing-masing, ini mencakup segala sesuatu mulai dari pakaian sampai dengan cara berkomunikasi antara satu sama lain. Setiap perusahaan mempunyai budaya dan tradisi yang berbeda, dan cara kamu bertindak di dalamnya juga harus disesuaikan. Diandaikan berperang, kamu harus mengetahui dan menguasai medan pertempuran supaya kemenangan dapat diraih. Dengan mengetahui tradisi dan gaya organisasi, kamu dapat memutuskan cara yang tepat untuk bertindak di dalamnya.

Sebuah perusahaan yang memandang karyawannya sebagai aset yang berharga biasanya mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang dapat membuat karyawan loyal dan betah di dalamnya. Misalnya, setiap Jumat pagi kamu dikirimi email mengenai manfaat buah-buahan sehat yang akan dibagikan di ketika coffee break jam 10 pagi. Setiap Senin kamu akan dikirimi email berisi saran dan motivasi, setiap bulan diadakan gathering kecil dimana semua level karyawan akan berada pada satu ruang supaya lebih saling mengenal satu sama lain, dan lain sebagainya. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membuat karyawan loyal sehingga tidak terpikirkan untuk pindah ke perusahaan lain.

4. Kembangkan Kompetensi Pribadi

Kompetensi pribadi ini termasuk pengetahuan umum, serta pengetahuan spesifik mengenai bidang pekerjaan anda, dan yang paling penting adalah belajar menguasai public speaking. Cara terbaik supaya dapat memberikan impresi yang baik terhadap rekan dan atasan kamu adalah menguasai cara berbicara dengan orang-orang tersebut. Banyak orang pintar dan cerdas tetapi tidak bisa ‘berbicara’, tidak tahu cara menyampaikan ide-ide briliannya, berakhir menjadi karyawan kecil seumur hidup tanpa ada kesempatan promosi ke posisi yang lebih baik.

Menguasai komunikasi yang efektif merupakan keterampilan yang mutlak harus kamu kuasai. Biasakan untuk berbicara dan bercerita, mulai dari basa-basi dengan rekan kerja atau dengan relasi yang baru kamu kenal. Cara-cara sederhana seperti ini akan membantu kamu dalam menguasai komunikasi yang efektif.

Keterampilan lain yang sangat penting juga adalah public speaking. Cobalah mengambil kursus/ kelas public speaking bila kamu selalu merasa grogi berbicara di depan umum. Kemampuan kamu mempresentasikan ide akan memberikan nilai tambah yang luar biasa. Singkatnya, lebih baik bila kamu mampu mempresentasikan ide dengan baik meskipun idenya sederhana, daripada ide itu brilian tetapi kamu tidak dapat mempresentasikannya.

5. Partisipasi Aktif dalam Tim

Keberhasilan sebuah tim ditentukan dari kerjasama anggota didalamnya. Tujuan perusahaan dapat tercapai bila semua orang bekerjasama sebagai sebuah tim yang efektif. Maka jadilah team player, berikan kontribusi aktif kepada tim dan perusahaan. Tidak pernah ada one man show dapat sukses sempurna.

Sebuah tim biasanya terdiri dari beberapa orang dengan kompetensi yang berbeda-beda dan peran yang berbeda pula. Masing-masing saling mendukung dan mengejar satu tujuan yang sama. Layaknya dalam olahraga sepak bola, sekelas pemain bintang pun tetap membutuhkan bantuan dari rekannya supaya dapat bermain baik. Seorang striker/ penyerang tetap membutuhkan bantuan bek dan gelandang tengah supaya dapat mencetak gol. Menjadi bagian dari tim artinya kamu mempunyai peran tertentu, fokuslah pada peran tersebut. Jika kamu fokus pada keterampilan/ skill tertentu kamu dapat bersinar diantara rekan-rekan kerja anda.

6. Perbanyak Teman dan Jangan Bermusuhan

Kenali teman dalam tim kerja anda, dan jangan bermusuhan dengan tim dari bagian lain karena bisa jadi suatu ketika kamu di-rolling ke bagian tersebut. Bangga dengan tim sendiri itu baik, tetapi jangan terlalu berlebihan. Ciptakan kondisi persaingan yang sehat sehingga jiwa juang kamu akan terdongkrak naik dan mendorong kamu mencapai potensi tertinggi anda.

7. Luaskan Wawasan Anda

Tidak pernah ada ruginya kamu memperluas wawasan anda. Orang yang mempunyai wawasan luas cenderung dapat diandalkan, mempunyai pemikiran strategis, dan lebih disukai rekan-rekan kerja serta atasan. Anda tidak harus melulu mendalami bidang pekerjaan anda, setiap hari kamu mengerjakannya, maka kamu akan semakin ahli di bidang tersebut secara tidak langsung. Ciptakan waktu luang dengan bekerja cepat dan sempurna, lalu pelajari peran departemen lain, perhatikan bagaimana departemen tersebut bekerja dan memberikan kontribusi terhadap perusahaan.

Misalkan bila kamu di departemen HR, kamu dapat mempelari tentang komunikasi, bila kamu di pemasaran kamu dapat mempelajari tentang keuangan perusahaan/ sayanting atau sekalian belajar ke bagian desain produk. Semakin banyak wawasan dan keahlian anda, maka kesempatan promosi akan semakin tinggi.

8. Fokus pada Pendapatan Perusahaan

Terkadang karyawan tidak paham dan tidak berusaha memahami kondisi perusahaan. Apakah penjualan sedang menurun, atau situasi ekonomi yang sedang tidak bagus. Faktanya bila kondisi keuangan perusahaan sedang buruk, maka pendapatan kamu juga akan buruk. Tidak ada bonus pencapaian, tidak ada tambahan bonus akhir tahun. Maka lebih baik fokus pada target yang diberikan kepada anda, apakah itu target angka ataupun target lainnya. Baik atau tidaknya kamu menjalankan peran anda, sedikit banyak mempengaruhi kondisi perusahaan.

Jika Anda mendapati sebuah kebijakan tertentu yang membuat kamu bertanya-tanya, Anda dapat mencoba berpikir sebagai atasan anda, lebih jauh sebagai owner. Pahami kenapa dibuat kebijakan tersebut, kenapa harus seperti ini kenapa seperti itu. Dengan memahami ini akan membantu kamu tetap fokus pada tujuan perusahaan, bukan pada hal buruk yang sedang terjadi. Jika kamu mempunyai kesempatan berbicara terhadap atasan anda, bisa ditanyakan langsung. Jangan takut juga untuk mengeluarkan pendapat dan ide-ide brilian anda, apalagi bila ide tersebut berpotensi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

9. Jangan Salah Fokus

Ada ketikanya kamu akan menemui sebuah kondisi yang tidak kondusif karena persaingan yang tidak sehat. ‘Sikut-sikutan’ antar karyawan dan orang-orang yang senang ‘menjilat’ atasan. Jangan biarkan hal ini merubah fokus anda, lebih baik kamu fokus pada pencapaian anda. Tak perlu menjilat bila kinerja kamu bagus, pekerjaan selalu selesai dengan baik dan target selalu tercapai.

“The important thing is to concentrate upon what you can do – by yourself, upon your own initiative.” Harry Browne.