Tips Membuat Nama Untuk Bisnis Anda

Posted on
Tips Membuat Nama Untuk Bisnis Anda 1Sumber: pixabay.com

Nama sekilas tidak lebih dari sekedar label atau sebutan yang diberikan kepada sesuatu, mungkin manusia, benda, hasil pemikiran, gagasan ataupun konsep. Keberadaan nama ini untuk membedakan dan mengenali satu sama lain. Seperti nama kita, manusia. Kata orang nama yang diberikan orang tua adalah harapan dan doa mereka untuk anaknya. Termasuk nama Anda, nama kita, dan nama-nama orang di sekeliling kita.

Penamaan juga penting untuk sebuah usaha atau bisnis. Jika Anda punya sebuah konsep terbaik untuk membangun sebuah usaha clothing, tentu tidak dapat sembarangan membuatkannya nama. Tapi Anda tidak perlu bingung, akan memilihkan nama apa untuk bisnis Anda, simak beberapa Tips berikut ini untuk membuat nama bisnis Anda.

1. Riset dan Buatlah Daftar Calon Nama Bisnis Anda

Riset/ penelitian mengawali setiap hal yang akan Anda lakukan, termasuk membuatkan nama untuk bisnis. Tetapi riset ini tidak dilakukan untuk membuat nama bisnis Anda, melainkan dilakukan untuk mengenali dunia bisnis dimana Anda akan terjun di dalamnya. Semakin Anda tahu, mahir di dalam bisnis tersebut, inspirasi untuk membuat nama bisnis/ usaha akan muncul dengan sendirinya.

Riset diperlukan untuk mengenali sasaran pasar yang jelas, konsep yang lebih matang, serta referensi yang cukup. Tidak perlu terpikirkan hal-hal rumit bila Anda membayangkan tentang riset, sebenarnya cukup sederhana apalagi dengan keberadaan Google sekarang. Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan dengan mencari tahu tentang bagaimana perusahaan-perusahaan besar meraih nama besar mereka.

Riset tersebut mungkin tidak dapat langsung memberikan hasil sebuah nama tertentu untuk bisnis Anda. Jika terpikirkan nama tertentu ketika melakukan riset, langsung tuliskan di dalam daftar khusus. Mungkin tercetus kata unik tertentu di ketika inspirasi muncul.

Untuk memudahkan dalam membuat nama bisnis/ usaha Anda, awali dengan membuat tabel yang berisi kolom-kolom seputar “karakteristik” bisnis/ usaha Anda. Masing-masing kolom dituliskan kata-kata spesifik.
– kolom pertama tuliskan bidang usaha/ bisnis Anda;
– kolom ke dua berisi tentang usaha/ bisnis Anda;
– kolom ke tiga tuliskan kredo/ slogan yang mencerminkan usaha/ bisnis Anda;
– kolom ke empat tuliskan hal-hal yang berkaitan dengan calon pelanggan Anda dan hal-hal yang mungkin mereka cari;
– kolom ke lima dan seterusnya dapat kamu tambah sendiri;
– terakhir kolom kombinasi kata dari beberapa kolom sebelumnya, disinilah Anda dapat menuliskan calon nama untuk bisnis/ usaha Anda. Gunakan semua kata yang mungkin terpikirkan. Anda juga dapat menggunakan bahasa Asing untuk ini, selama itu masih sesuai dengan target pasar Anda.

Misalkan bisnis/ usaha Anda fokus berjualan barang dan aksesoris militer, akan cocok menggunakan kata “Delta” ; kata “Wave” akan terdengar bagus untuk sebuah tempat kursus surfing; kata “Cepat” akan terdengar mantap untuk bisnis kurir.

Anda juga dapat menggunakan kamus bahasa asing untuk mencari definisi kata-kata yang kamu pilih, dan kamus tesaurus untuk mencari sinonimnya. Jika tidak mau repot Anda dapat menggunakan software kamus, tesaurus, atau website tertentu.

2. Nama mencerminkan keistimewaan dan ciri khas bisnis/ usaha Anda

Sebutlah Anda akan menggeluti bisnis kuliner, Anda perlu menentukan sesuatu khas yang bisa Anda tawarkan kepada para calon konsumen Anda. Seperti kita tahu, jutaan orang menggeluti bisnis ini, bila Anda tidak dapat menawarkan kekhasan mungkin Anda akan tenggelam di antara jutaan bisnis kuliner tersebut.

Kekhasan inilah yang tertanam di benak para calon konsumen. Jika suatu ketika mereka menginginkan ‘kekhasan’ ini maka sasarannya adalah kuliner yang kamu buat, karena mereka tahu bahwa hanya di tempat Andalah mereka bisa menemukan ‘kekhasan’ ini.

Lalu siapakah para calon konsumen Anda tersebut? Anda memerlukan riset yang lebih dalam untuk ini. Anda perlu menentukan sasaran pasar, tentukan siapa yang akan menjadi konsumen Anda, juga tentukan target Anda dan wujudkan visi-misi usaha Anda.

Sebut salah satu contoh, bila Anda pernah berkunjung ke Bali, tentu Anda tahu salah satu cemilan ‘wajib’ untuk oleh-oleh para turis. Cemilan ini luar biasa laris manis, antrian setiap hari tidak pernah habis. Entah rasa khas apa yang dicari para turis, tetapi bila diperhatikan secara subjektif, kekhasan ini terasa bukan dari rasanya, tetapi dari citranya sebagai “oleh-oleh khas Bali”.

Cemilan ini sukses menempatkan dirinya dengan kuat sebagai “cemilan khas Bali” di benak para turis, sehingga setiap turis rasanya tidak afdol bila tidak membeli cemilan ini untuk oleh-oleh ketika pulang. Cemilan ini hanya dijual di satu tempat di satu toko, tidak ada cabang ataupun perwakilan. Sehingga meskipun harganya di atas rata-rata cemilan yang serupa, tetap saja laris. Banyak produsen lain yang ingin mengikuti kesuksesan “cemilan khas Bali” ini dengan membuat produk yang serupa, tetapi tidak begitu laris. Anda tahu nama cemilan ini?

Cemilan ini hanya salah satu contoh, kekhasan yang ditawarkan berbeda dengan bisnis lain. Jika Anda berbisnis/ usaha jualan smartphone, kamu dapat menekankan kekhasan dalam hal harga bersaing dengan berbagai pilihan kemudahan cara pembayaran. Kekhasan ini dapat Anda munculkan pada nama bisnis yang Anda buat. Jika kamu berbisnis transportasi, Anda dapat menekankan ketepatan waktu dan kesesuaian jadwal keberangkatan, seperti salah satu perusahaan travel di Bandung.

3. Kenali target pasar potensial sebelum menentukan nama

Anda dapat menyebut konsumen yang loyal adalah pelanggan, artinya konsumen tersebut selalu kembali lagi untuk berbelanja di tempat Anda. Lalu apa yang menyebabkan mereka tetap kembali lagi kepada Anda, sementara di luar sana persaingan usaha begitu ketat? Jawabannya kembali memerlukan riset.

Anda perlu mengenal para calon pelanggan potensial bisnis Anda, apakah yang mereka cari, apakah yang mereka butuhkan, apa yang mereka sukai, dan tentunya daya beli mereka. Nama untuk usaha/ bisnis Anda tentu harus menarik bagi mereka para calon pelanggan potensial ini. Misalnya bila target potensial Anda adalah ibu-ibu sosialita dengan daya beli tinggi, tentu nama usaha Anda harus berhubungan dengan selera dan gengsi mereka. Jika target pasar kamu para laki-laki penyuka motor besar, tentu sebaiknya sesuaikan nama kamu dengan kegiatan dan selera mereka. Mungkin tidak bijak bila menamai bisnis Anda “strawberry” sementara fokus jualannya adalah aksesoris motor besar.


4. Jadikah nama-nama yang sudah besar sebagai referensi

Membaca sejarah perusahaan yang sudah mempunyai nama besar akan menjadi referensi yang baik. Membaca biografi para pendiri perusahaan juga akan memperluas pengetahuan Anda dan memberikan inspirasi.

Terkadang nama-nama yang sudah besar sangat sederhana tetapi mencerminkan jiwa dari usaha/ bisnisnya. Misalnya:
– Soto Lamongan “Cak Har” di Surabaya mencerminkan sentuhan personal,
– “Pia Legong” di Bali menekankan makanan ringan khas daerah Bali,
– “Sindang Reret”, nama yang mencerminkan kesederhanaan dan keramahan dari rumah makan khas Sunda,
– Warung “Mak Beng” di Bali, juga menekankan sentuhan personal,
– Keripik “Maicih”, menggunakan sentuhan personal juga meskipun orangnya tidak benar-benar ada.

Belum disebutkan nama-nama yang sudah terkenal di dunia, seperti “Microsoft”, “Apple”, “Nvidia”, “FedEx”, “McDonald’s”, “Starbucks”, “Logitech”, “Samsung”, “Hello Kitty”, “Tumi”, “Uber”, “Traveloka”, dan sebagainya.


5. Coba buat nama untuk usaha/ bisnis Anda sendiri, dengan cara sebagai berikut:

– coba dengan kata yang sederhana, satu atau dua kata, ambil dari tabel yang sebelumnya sudah Anda buat.

– coba cari ide dengan kata benda/ sifat yang sederhana. Untuk kuliner misalnya “Iga Bakar Pedas”, “Pempek Maknyus”, “Pia Enak”, “Ikan Terbang”, . Kombinasi kata-kata ini memberikan keterangan kuat sehingga orang dapat membayangkannya dengan tepat. Contoh nama yang populer misalnya “American Tourister”, “National Geographic”, dan sebagainya.

– coba dengan menggunakan nama orang atau ciri orang untuk memberikan sentuhan personal. Misalnya: Es Teler “Pak Oyen”, “Baso Mas Nano”, “Ayam Bakar Om Dadang”, Iga bakar “Mas Jangkung”, Roti Bakar “Pak Edi”.

– coba gunakan gerund bila Anda menggunakan bahasa Inggris. Gerund ditandai dengan kata berakhiran “-ing”, sehingga memberikan kesan aktif dan menyenangkan. Misalnya “Loving Cats” Pet Store.

– coba gabungkan kata-katanya sehingga membuat kata baru dan memberikan kesan inovasi dan eksperimental. Contohnya: “Microsoft”, “FedEx”.

– coba gunakan nama binatang, sayuran, bumbu, atau sejenisnya. Misalnya “Red Bull”, “Semut Merah”, “Pepper Lunch”, “Bumbu Desa”, “Cabe Ijo”, dan sebagainya.

– coba gunakan kata-kata dari karya sastra.

– coba bermain dengan kata-kata, misalnya aliterasi yaitu kata/ huruf dengan bunyi yang sama pada awal kata-kata yang berdekatan atau mirip atau berhubungan erat. Misalnya: “Kopi Kolong”, “Print Press”.

– coba menggunakan asonansi, yaitu menggunakan ritme huruf vokal. Misalnya: “Kopi Topi”, “Burger Blenger”, Kopi “Kang Opang”.

– coba menggunakan singkatan/ akronim, misalnya “KFC”, “CFC”, “JNE”, dsb.

– coba menggunakan nama yang pendek, mungkin gabungan kata ataupun kata baru. Nama yang lebih pendek akan lebih mudah diingat. Jika Anda membuat kata hasil kreativitas sendiri, pastikan cocok, sesuai dan tidak berlebihan. Anda tahu nama “Jerry’s Guide to the World Wide Web”? Itu adalah nama sebelum berubah menjadi Yahoo. Seandainya namanya tidak pernah dipendekan, mungkin kita akan kesulitan mengingatnya.


6. Apapun pilihan kata untuk nama usaha Anda, sebaiknya gunakan nama universal yang dimengerti oleh target pasar Anda. Ini penting, jangan sampai nama yang Anda pilih malah membuat calon pelanggan potensial malah enggan atau tidak peduli karena tidak tahu. Anda mungkin dapat menamai pet store “Felis catus” karena Anda mengambilnya dari bahasa latin, tetapi nama ini tidak umum karena ini nama latin ilmiah. Ini akan membuat calon pelanggan potensial Anda merasa asing.

7. Lakukan beberapa hal ini supaya tidak menghasilkan nama yang buruk.

– Jangan berlebihan karena terkadang kreativitas yang berlebihan membuat padanan kata tertentu tabrakan dan membuat nama menjadi benar-benar terdengar jelek.

– Perhatikan arti nama yang Anda pilih dalam bahasa lain. Kata tertentu terkadang mempunyai arti yang berbeda dalam bahasa lain.

– Hindari kata-kata yang sudah terlalu banyak dipakai, karena ini akan merugikan Anda sendiri. Nama-nama ini akan membuat usaha/merk Anda seperti tidak punya jati diri, akan tampak di market tetapi membingungkan karena terlalu banyak yang mirip. Misalnya kata-kata Citra, Karya, Tunggal, Sukses, Indo, Tech, Tron, Mitra.

– Pilih nama yang dapat dipakai dimana saja, jangan menggunakan nama daerah. Terkecuali bila itu menunjukan keunikan dari produk yang Anda buat. Jika Anda menggunakan nama daerah dengan cakupan kecil maka mungkin proyeksi usaha kamu di masa depan tidak besar dan memperkecil kemungkinan untuk menjadi besar. Misalnya “Maracang Listrik”, “Jimbaran bangunan”, “Cipaku Plastik”, dan sebagainya. Nama-nama ini mungkin hanya berlaku di satu tempat saja. Anda tidak pernah tahu bila usaha Anda akan berkembang lebih dari daerah tersebut. Anda harus tahu bahwa Kentucky Fried Chicken mengganti namanya karena hal ini.

– Gunakan nama julukan yang diberikan oleh pelanggan kamu bila memungkinkan. Suatu tempat yang memang memberikan kesan tertentu kepada para pelanggannya biasanya mempunyai julukan. Anda bisa menggunakan nama ini. Misalnya satu warung makan dinamai dengan “Warung Kemangi” tetapi karena berjualannya dini hari sampai menjelang pagi menjadi punya julukan Warung Kalong.

– Usahakan nama yang Anda buat/ pilih adalah nama yang Anda sendiri sukai, supaya Anda sendiri semangat untuk mempromosikannya.

– Konsultasikan dengan pengacara Anda jika, nama yang dibuat/ dipilih sudah digunakan orang lain.

– Jangan menggunakan nama kategori/ jenis perusahaan untuk nama bisnis Anda apalagi bila tidak sesuai. Misalnya: jangan menggunakan nama “PT” bila bisnis kamu bukan berbentuk perseroan terbatas.

Sumber:
entrepreneur.com/article/76958
wikipedia.org