Tips Mengajukan Proposal Penelitian

Posted on
Tips Mengajukan Proposal Penelitian 1Proposal Penelitian

Penelitian untuk skripsi atau thesis bisa selalu diawali dengan proposal, alias pengajuan penelitian. Terkadang membuat proposalnya lebih sulit daripada mengerjakan skripsinya itu sendiri. Ini karena ketika membuat proposal perlu ide segar, perlu penelitian yang baru dan belum ada sebelumnya. Yang paling sulit adalah memulainya membuat proposal, karena kamu menyadari bahwa masa-masa kuliah kamu akan segera berakhir.

Saat proposal penelitian diajukan belum tentu 100% disetujui. Ada kemungkinan proposal ditolak karena sudah ada penelitian sebelumnya, topik sudah usang, ataupun dosen pembimbing menginginkan hal lain. Nah, berikut ini beberapa Tips untuk membuat dan mengajukan proposal penelitian.

1. Tema penelitian yang kekinian.

Lakukan observasi awal dan survey mengenai bidang penelitian yang akan diambil. Cari tema yang baru aktual. Mintalah saran rujukan paper penelitian tertentu kepada dosen dan tentukan minat kamu. Misalnya, bila dikategorikan secara sederhana antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, kamu lebih condong kemana. Penelitian yang kamu lakukan harus menarik untuk kamu dan juga untuk dosen pembimbing kamu, dan masih signifikan dengan bidang ilmu yang kamu ambil. Kekinian tema penelitian mengurangi kemungkinan proposal penelitian kamu ditolak.

2. Jalin hubungan baik dengan dosen pembimbing.

Hubungan baik dengan dosen pembimbing sedikit banyak menentukan disetujuinya proposal penelitian kamu dan sudah pasti menentukan perjalanan ketika proses penelitian berjalan. Kamu akan lebih mudah mendapatkan bantuan dari dosen bila mendapatkan kesulitan ketika proses penelitiannya, hanya bila mempunyai hubungan baik. Terkadang berlaku sebaliknya bila terjalin hubungan yang buruk antara kamu dengan dosen pembimbing. Dosen akan lebih sulit ditemui, horor ketika bimbingan, dan tidak menutup kemungkinan dosen akan tidak peduli terhadap penelitian kamu.

3. Proposal hanya memuat garis besar.

Proposal penelitian mengawali langkah penelitian karena itulah disebut proposal/ pengajuan, jadi isinya tidak perlu sangat detail. Cukup meliputi garis besar penelitian serta metode penelitian yang jelas. Selebihnya tidak akan dapat dituliskan dalam proposal, karena secara logika pun penelitian belum dilakukan.

Kamu tidak dapat menuliskan seberapa dalam penelitian akan dilakukan dan seberapa dalam permasalahan dalam penelitian tersebut, karena pada dasarnya kamu belum terjun untuk melakukannya. Kesimpulan suatu masalah tidak akan dapat dirumuskan, apalagi ditulis dalam proposal.

4. Jelaskan kontribusi penelitian kamu yang kamu harapkan baik itu di bidang keilmuan ataupun aplikasinya di dunia industri.

Sebuah proposal penelitian pasti selalu ditanyakan tujuan, manfaat dan kontribusinya. Misalnya kamu akan mengembangkan teori tertentu, kamu harus dapat menjelaskan manfaat dari pengembangan teori tersebut. Jika menjelaskan kontribusi penelitian terhadap bidang keilmuan tertentu mungkin cukup sulit, kamu dapat menjelaskan manfaat penelitian terhadap pengaplikasiannya di dunia industri.

Berasumsi dan spesifik boleh saja, tetapi kamu tetap harus dapat kreatif dalam merumuskan permasalahannya. Maksudnya adalah, kamu dapat menjadikan penelitian kamu dengan maksud spesifik tertentu, tetapi tujuan tersebut tidak boleh menjadikan kreativitas kamu terkekang. Dosen saya dulu bilang, bila mengawali penelitian dengan asumsi kesimpulan yang spesifik, maka penelitian kamu akan terlalu spesifik, general, dalam koridor yang sempit, dengan jalur yang sudah ada.