Tips Menghadapi Random Security Check Petugas Imigrasi

Posted on
Tips Menghadapi Random Security Check Petugas Imigrasi 1Deportasi

Urusan keimigrasian memang tidak pandang bulu, terutama di negara-negara yang sangat ketat pengawasannya, sebut saja negara tetangga Indonesia yaitu Singapura. Kebanyakan traveler yang terkena random immigration check pun tidak tahu alasan kenapa mereka terkena ‘pemeriksaan’ petugas imigrasi. Jika ditanyakan alasannya pun, jawabannya hanya sebatas “pemeriksaan biasa”, “sekedar registrasi”, atau semacamnya.

Random Immigration Check adalah pengecekan secara acak, pemeriksaan lebih mendalam yang dilakukan oleh petugas imigrasi terhadap pengunjung/ pendatang/ turis. Alasannya yaitu demi keamanan negara yang bersangkutan. Petugas imigrasi akan memeriksa kelengkapan surat-surat, dokumen-dokumen tertentu, biasanya yaitu passport, visa, ijin tinggal, travel itinerary, tiket pulang, referensi di negara tujuan, sejumlah uang tunai yang dibawa, dan sebagainya.

Jika ketika dilakukan random security checking kepada seseorang dan lalu terbukti melakukan pelanggaran, maka kemungkinan besar akan dideportasi, alias dipulangkan ke negara asal.

Sialnya meskipun secara dokumen lengkap, bisa saja kita terkena random check. Lalu kenapa seseorang bisa menjadi sasaran random check? Walaupun istilahnya random alias acak, sebenarnya ada alasan-alasan tertentu kenapa seseorang bisa terkena random check. Tidak pernah ada informasi resmi siapa sasaran random check dan alasan terkena random check, tetapi dapat disebutkan sebagai berikut:

1. Nama yang mencurigakan

Nama-nama yang berbau teroris akan lebih dicurigai. Entah kenapa nama-nama islami yang biasanya lebih dicurigai, mungkin masyarakat dunia trauma dengan kasus terorisme yang sebelumnya terjadi. Namun jangan khawatir, yang penting tujuan kunjungan jelas, visa jelas, passport masih berlaku, mampu berbahasa inggris, uang tunai cukup, tiket pulang ada, tempat tinggal jelas selama di negara tujuan dan bila memungkinkan punya referensi orang di negara yang dituju. 
TIPS: Nama adalah pemberian orang tua dan merupakan doa bagi orang tua untuk anaknya. Tidak perlu terpikir untuk ganti nama, yang penting dokumen-dokumen lengkap, jangan sampai ada yang terlewat, jangan melanggar hukum, tetap tenang jangan emosi, serta jawab pertanyaan petugas dengan jelas. Santai aja selama itu benar.

2. Penampilan yang mencurigakan

Penampilan luar akan menjadi salah satu yang diperhatikan oleh petugas imigrasi. Jika pakaian mencurigakan maka akan meningkatkan kemungkinan kita terkena random security check dan akan diperiksa dengan sangat teliti. Beberapa penampilan yang dianggap mencurigakan misalnya sebagai berikut:

Pakaian tertutup lengkap dengan mengenakan burka/ cadar.
Ini terutama di negara-negara Eropa, petugas imigrasi akan meminta turis yang bersangkutan tersebut untuk melepaskan burka/ hijab/ cadar. Jangan dulu emosi bila Anda baru tahu hal ini, bukan juga masalah diskriminasi, tetapi ini dianggap sebagai langkah preventif menangkal masuknya kemungkinan teroris. Ini karena stigma negatif terhadap pakaian tersebut (cadar), sehingga pakaian tertutup secara menyeluruh diasosiasikan dengan terorisme.

TIPS: Jika Anda terkena random checking, Mintalah petugas imigrasi wanita untuk mengecek Anda. Disinilah kemampuan berbahasa dan bernegosiasi Anda diuji. Jangan terpancing emosi, terkadang ada perkataan petugas yang maknanya ambigu. Jangan melawan petugas, tetap tenang dan jawab pertanyaan dengan baik.

Pakaian terlalu tebal dan tidak cocok dengan musim. 
Tidak masalah bila Anda mengenakan jaket/ coat tebal bila itu musim dingin, tetapi Anda akan dicurigai bila memakainya ketika musim panas. Anda akan dicurigai menyimpan sesuatu dibalik jaket atau jaket tersebut digunakan untuk menutup sesuatu, mungkin menyelundupkan barang, binatang, narkoba dan sebagainya.

Penampilan tidak rapi dan lusuh.

Pakaian lusuh, wajah lusuh, berantakan, maka ini akan meningkatkan kemungkinan Anda terkena random security check. Contohnya di Harbourfront Singapura, turis-turis yang berpenampilan lusuh kemungkinan besar akan dicurigai sebagai buruh/ tenaga kerja ilegal. Harbourfront merupakan salah satu port terdekat dari Indonesia yang dapat diakses dengan mudah melalui Batam.

TIPS: Pakai pakaian yang normal, rapi, tidak mencolok, casual dan sesuai dengan musim. Pada dasarnya bila kita tahu diri, tahu situasi dan tahu kondisi maka kemungkinannya kecil untuk terkena random security check. Seperti peribahasa “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”, kita harus membiasakan untuk mencaritahu terlebih dahulu sebelum berkunjung ke luar negeri. Cari tahu budayanya, cari tahu cara hidupnya, cari tahu apa yang boleh dan apa yang dilarang.

3. Kemampuan Berbahasa Inggris yang Tidak Lancar

Bahasa inggris diakui sebagai bahasa internasional, serta digunakan di banyak negara. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa inggris merupakan modal utama ketika Anda jalan-jalan ke luar negeri.
Jika orang tersebut sulit menggunakan bahasa inggris (dan juga tidak bisa menggunakan bahasa lokal) maka akan sulit berkomunikasi dan dianggap akan menyusahkan. Contohnya bila turis asing yang tidak bisa berbahasa Inggris mengunjungi Australia, kemungkinan besar akan dicek lebih ketat ketimbang turis asing yang lancar berbahasa inggris.

TIPS: Belajar bahasa inggris terlebih dahulu ketika akan berjalan-jalan ke luar negeri. Tingkatkan kemampuan bahasa inggris terutama speaking dan listening untuk percakapan sehari-hari. Pelajari juga istilah keimigrasian yang menggunakan bahasa inggris, sehingga tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai turis.


4. Barang Bawaan Terlalu Banyak

Bawaan barang yang terlalu banyak dan berlebihan akan meningkatkan kemungkinan Anda terkenda random check. Anda akan menjadi sasaran empuk petugas imigrasi, meskipun lolos metal detector Anda akan tetap diperiksa, digeledah, tas/ koper/ kardus dibongkar bersama untuk memastikan barang bawaan Anda.

Misalkan tujuan Anda datang ke negara tersebut untuk mengikuti seminar 2 hari, tetapi bawaan sangat banyak. Kemungkinan Anda akan dicurigai menyelundupkan barang (untuk jualan di negara tujuan) atau menyelundupkan narkoba, maka siap-siap akan dicek oleh petugas imigrasi. Begitu juga sebaliknya, tujuannya satu bulan tetapi Anda hanya membawa tas/ pouch kecil. Kemungkinan petugas imigrasi khawatir Anda hanya akan menjadi beban, datang ke negara tujuan hanya untuk menggembel.

TIPS: Sesuaikan barang bawaan Anda dengan berapa lama kamu berkunjung, bawa barang secukupnya. Mungkin cukup menggunakan tas ransel, atau koper cabin size. Jika memang lama, untuk tujuan sekolah/ kuliah atau lainnya, dapat menggunakan koper besar.

5. Ponsel dan Laptop

Saat dilakukan random check kemungkinan ponsel dan laptop Anda akan dicek juga, bahkan dengan sangat detail. Oleh karena itu, hati-hati dengan data, foto atau apapun di dalam ponsel dan laptop. Jangan sampai ada yang berkaitan dengan terorisme, isis, ataupun hal lainnya yang dianggap membahayakan. Jangan sepelekan mengenai hal ini, jangan juga merasa Anda dapat berkilah mempertahankan pendapat, karena bila menolak akan lebih dicurigai dan dianggap melawan. Jika dianggap melawan maka akan dianggap sebagai ancaman, petugas imigrasi tidak akan segan mendeportasi Anda.

TIPS: Serba salah memang karena ponsel dan laptop tentu berkaitan dengan privasi. Tapi seandainya tidak ada yang aneh-aneh, hal-hal yang biasa saja, sebaiknya ikuti saja intruksi petugas imigrasi. Jangan menyimpan sedikitpun data/ foto/ video yang berkaitan dengan terorisme.

6. Tidak Memperhatikan Hal-hal Detail

Hal detail yang dimaksud adalah sebagai berikut:
– tidak mengisi form imigrasi dengan jelas.
– tidak mengikuti aturan penggunaan ponsel. Biasanya di area imigrasi tidak boleh menggunakan ponsel.
– tidak memperhatikan security level di tiap negara.

TIPS: Ya tentunya Anda harus lebih detail memperhatikan sesuatu, pelajari dulu tata cara masuk ke negara orang, dan bagaimana aturan keimigrasian negara tersebut. Jangan menggunakan ponsel di area imigrasi serta isi form imigrasi sejelas-jelasnya dan selengkap mungkin, karena di form tersebut biasanya sudah tercantum semua informasi yang dibutuhkan petugas imigrasi, yaitu nama lengkap, nomor paspor, tujuan kedatangan, berapa lama, dimana tempat tinggal selama kunjungan. Jika punya referensi, tuliskan juga. Bukti pemesanan tiket pulang, reservasi hotel juga akan ditanyakan. Sebaiknya siapkan hasil cetaknya juga. Jangan hanya softcopy di ponsel.

Random checking setidaknya membutuhkan minimal 1 jam, karena petugas akan melakukan pemeriksaan secara detail. Berikut ini rangkaian proses pengecekan oleh petugas imigrasi:

1) Saat paspor Anda dicek di pos imigrasi, akan dicocokan data termasuk wajah Anda dengan foto di Paspor. Jika diperlukan visa, maka visa juga akan ditanyakan. Jika mencurigakan dan Anda termasuk ke dalam kriteria ‘harus dicek lebih lanjut’ maka petugas imigrasi akan memanggil rekannya yang lain untuk membawa Anda ke ruangan khusus. Inilah kondisi dimana Anda kena random security check. Anda akan diminta menunggu petugas lain di ruangan tersebut.

2) Selanjutnya Anda akan ditanyakan mengenai beberapa hal seputar tujuan kedatangan, berapa lama, nama lengkap, pekerjaan, tempat tinggal selama di negara tujuan, kapan kembali ke negara asal (kapan akan keluar dari negara tersebut), tiket pulang, dan bahkan mungkin akan ditanyakan nomor kontak orang yang menjadi referensi di negara tujuan. Terkadang ditanyakan juga sayan media sosial Anda. Jika Anda dicek karena penampilan yang mencurigakan dan barang bawaan berlebihan, maka petugas akan sekaligus menggeledah tas/ koper.

3) Jika sudah selesai diperiksa dan dianggap bermasalah dan tidak kooperatif, petugas tidak akan mengizinkan Anda memasuki negara tersebut, tetapi malah akan mendeportasi Anda kembali ke negara asal. Jika paspor Anda sudah tercemar cap “deported!”, maka untuk berikutnya akan mendapatkan kesulitan melewati pos imigrasi ketika mengunjungi negara lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap tenang dan kooperatif selama dilakukan pengecekan.

4) Jika dianggap bersih dan bebas dari segala macam hal yang mencurigakan, petugas akan memberikan Anda ijin untuk melanjutkan perjalanan.

Tips Tambahan:
– Bawalah pulpen/ ballpoint sendiri, untuk mengisi kartu imigrasi. Jika kartu tersebut diberikan di pesawat, isilah ketika masih di pesawat. Isi dengan jujur dan informasi selengkapnya. Sesuaikan yang informasi yang dicantumkan di kartu imigrasi dengan jawaban Anda ketika ditanyai petugas imigrasi.
– Jika Anda sudah lolos pengecekan di pos imigrasi biasanya diberikan potongan kartu imigrasi (Singapura). Simpan potongan kartu imigrasi ini baik-baik, satukan dengan paspor, karena bila hilang kemungkinan akan menjadi masalah pada ketika pulang.
– Ikuti aturan di negara tersebut. Salah satunya adalah aturan penggunaan ponsel, aturan untuk mengantri, tertib ketika mengantri, fokus dan perhatikan sekitar.
– Sebaiknya matikan ponsel ketika mengantri. Cukup dokumen-dokumen imigrasi saja yang Anda pegang.
– Sabar dan sopan, tidak perlu mendebat, membantah apalagi melawan. Tetap ingat bila tidak kooperatif bisa saja Anda dideportasi.
– Saat diperiksa di pos imigrasi, buka semua aksesoris di kepala dan wajah. Ini maksudnya untuk memudahkan pemeriksaan petugas imigrasi. Misalnya: cadar, masker, kacamata hitam, bandana, topi dan sebagainya. Jika dianggap tidak jelas, tidak menutup kemungkinan petugas akan memanggil petugas lain untuk menggiring Anda ke ruangan khusus, alias Anda kena random check.
– Ucapkan greeting dan terima kasih di pos imigrasi.
– Siapkan catatan untuk nomor dan alamat penting, misalnya kedutaan besar, hotel menginap, referensi orang di negara tujuan.

Random security check bisa menimpa siapa saja, meskipun dokumen sudah lengkap. Tetap yakin, tenang dan sabar, karena pada dasarnya random check hanya proses verifikasi data lebih dalam. Jika Anda bersih, tidak melanggar aturan, dan tidak ada hal yang mengancam, maka tidak usah khawatirkan random check ini.