Otomotif Tips

Tips Merawat Motor Injeksi

Tips Merawat Motor Injeksi 1

Tips Merawat Motor Injeksi 2Replika Sepeda Motor dari Kawat

Sepeda motor di negara kita seakan-akan sudah menjadi kebutuhan utama. Apalagi di kota-kota besar, sepeda motor menjadi alternatif terbaik ketika sarana transportasi umum tidak dapat diandalkan. Perkembangan teknologinya pun luar biasa pesat, motor semakin irit, semakin ergonomis, dan tentunya semakin ramah lingkungan. Salah satu perkembangan yang paling terlihat adalah perubahan pemakaian karburator menjadi sistem injeksi.

Sistem injeksi mempunyai kelebihan sebagai berikut:

  1. Konsumsi BBM lebih irit, karena pembakaran lebih sempurna. Apalagi pengaturannya disesuaikan dengan standar pabrik supaya mencapai konsumsi bahan bakar paling optimal. Pembakaran yang terjadi dikontrol oleh perangkat elektronik.
  2. Tidak repot ketika melakukan penyetelan. Ini karena adanya perangkat elektronik berupa Electronic Control Module (ECM) atau Engine Control Unit (ECU). Jauh berbeda dengan karburator yang harus dilakukan penyetelan berulang-ulang karena setiap ketika bisa berubah.
  3. Mudah ketika servis. Tidak seperti karburator yang dibongkar sedemikian rumit hanya untuk membersihkannya, sistem injeksi cukup dengan menyemprotkan injector cleaner.

Sistem baru dengan injeksi tentunya punya cara-cara khusus untuk merawatnya, supaya tetap mendapatkan kondisi terprima sepeda motor anda. Simak berikut ini:

1. Jangan ragu untuk mengganti spare-part. Jika motor kamu sudah menempuh jarak tertentu (umumnya 2000 KM) maka harus ada beberapa komponen yang harus diganti. Anda dapat menggunakan buku manual atau buku servis sebagai panduan untuk mengganti spare part. Ini untuk mencegah penurunan performa atau mungkin kerusakan pada mesin motor anda.

2. Gunakan selalu bahan bakar yang mempunyai oktan tinggi, sebaiknya yang lebih dari 90. Ini akan lebih menyempurnakan pembakaran di dalam mesin motor. Kadar oktan akan berpengaruh pada kinerja mesin, lebih tinggi kadar oktan akan lebih sedikit meninggalkan kerak/ residu pada mesn yang dapat mengakibatkan kerusakan pada komponennya.

3. Ganti oli teratur. Oli tak kalah penting perannya dalam sebuah mesin. Gantilah oli setiap 2 bulan sekali atau ketika sudah mencapai maksimal 3000 km. Pada ketika pemakaiannya juga kamu harus cermat memperhatikan oli mesin anda, jangan sampai kekurangan pelumas.

4. Selalu perhatikan kondisi accu/ aki motor anda. Motor dengan mesin injeksi sangat bergantung pada kondisi aki yang berperan sebagai sumber listrik untuk pembakaran. Fatal sekali bila kamu tidak pernah memperhatikan kondisi aki motor injeksi anda.

5. Selalu perhatikan kondisi busi. Busi berperan dalam pengapian pada mesin motor. Gantilah secara periodik dan jangan menunggu rusak. Jika busi rusak kotor ataupun sudah tidak layak, akan mengganggu proses pembakaran di mesin, bisa jadi motor tidak bertenaga atau malah mati sama sekali.

6. Selalu perhatikan level bahan bakar pada tangki motor. Kehabisan bahan bakar pada motor dengan sistem injeksi akan secara instan merusak sistem injector. Selalu kondisikan bahan bakar minimal pada posisi setengah, jangan menunggu sampai jarum indikator bahan bakar menyentuh area merah (mau habis).

7. Selalu perhatikan kondisi ECU yang merupakan otak dari sistem injeksi. Keberhasilan pembakaran yang sempurna ini ditentukan oleh ECU, bila terganggu maka akan mengakibatkan mesin mogok. Pemeriksaan ECU tidak dapat dilakukan sendiri begitu saja, sebaiknya melibatkan montir yang berpengalaman menangani mesin injeksi.

8. Perhatikan kondisi mesin motor kamu dengan servis berkala. Jika motor sering digunakan maka sebaiknya diservis satu bulan sekali.