Tips

Tips Sukses Berbisnis DropShipper

Tips Sukses Berbisnis DropShipper 1

Tips Sukses Berbisnis DropShipper 2Online Shop

Berawal dari obrolan ringan tentang bisnis online, lalu semakin fokus pada online shop khususnya dropshipper yang sedang populer. Saat ini banyak dropshipper di Indonesia, tidak hanya nasional tetapi merambah juga ke dropshipper internasional. Banyak artikel yang membahas tentang Tips dan trik tentang bagaimana berbisnis dropship, tetapi artikel ini akan sedikit berbeda dan menampilkan kondisi sebenarnya.

1. BISNIS DROPSHIP JUGA PERLU MODAL

Beberapa hari lalu penulis membaca salah satu artikel di forum online terbesar di Indonesia, di artikel tersebut disebutkan bahwa “BISNIS DROPSHIPPER TIDAK MEMERLUKAN MODAL”. Tentu saja ini menggelikan. Kemungkinan pembuat artikel tidak pernah menjalankan bisnis dropship atau hanya mengambil informasi dari artikel yang sudah ada sebelumnya. Secara logika pun, tidak masuk akal bisnis tanpa modal.

Tips Sukses Berbisnis DropShipper 3Dropship Model

– Customer memesan barang ke toko (3 ke 1)
– Toko memesankan barang ke Supplier/ Distributor/ Manufacturer/ Toko lain (1 ke 2)
– Barang dikirimkan langsung dari Supplier/ Distributor/ Manufacturer/ Toko lain (2 ke 3)

Jika melihat diagram mekanisme bisnis dropshipper maka Anda akan menyadari bahwa bisnis dropshipper memerlukan modal sejumlah dana (besarannya tergantung nilai dari barang yang ditalangin dulu), kemampuan mengelola toko online, kemampuan mengelola social media, serta kejelian memilih supplier atau toko tempat Anda mengambil barang.

Anda bisa saja mewajibkan pembayaran customer terlebih dahulu sehingga Anda tidak harus menalangi pembelian barang dari supplier. Namun bila ingin seperti ini Anda tidak bisa memakai web marketplace yang sudah ada (seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan sebagainya), Anda harus membuat website sendiri, supaya pembayaran dari customer dapat langsung Anda terima. Jika Anda menggunakan web marketplace, dana akan ditahan dulu sebelum customer Anda menerima barang.

Apapun pilihan Anda, tetap memerlukan modal untuk berbisnis dropshipper. Sumber dana/ modal dapat menggunakan dana tunai ataupun kartu kredit, tergantung dari kebutuhan dan kemampuan Anda. Untuk pemula, sebaiknya coba dulu buka toko online di web marketplace, daripada harus mengeluarkan budget untuk membuka toko online dengan membuat website sendiri.

2. FOKUSKAN KE MEMBUAT REPUTASI BAIK

Anda memang masih menjual barang punya orang lain bila berbisnis dropshipper, profit margin pun tidak bisa terlalu besar, karena persaingan di web marketplace sangat ketat dan cenderung tidak sehat karena perang harga. Oleh karena itu, daripada fokus kepada profit, lebih baik fokuskan untuk meraih reputasi online Anda. Lebih baik perbanyak transaksi sukses dengan profit margin kecil, daripada sedikit transaksi dengan profit margin besar. Bangun identitas toko dengan serius, buat company profile dengan serius juga. Buat logo, nama yang unik, sayan social media, dan promosi.

Reputasi baik akan Anda dapatkan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Bersikaplah sebagai pemilik produk dengan menjamin kualitas barang yang dijual. Caranya dengan memilih supplier yang terpercaya. Jika perlu datangi dan temui langsung supplier Anda tersebut, atau beli barangnya sebagai sample untuk Anda lihat dan pastikan kualitasnya.

2. Jalin hubungan baik dengan supplier. Salah satu yang menjadi kelemahan bisnis dropshipper adalah Anda tidak bisa langsung mengontrol barang yang Anda jual. Anda tidak bisa menentukan bagaimana barang tersebut akan dikemas, kapan akan dimasukan ke kurir, dan terutama kontrol kualitas barang yang dikirim. Kontrol kualitas sepenuhnya ada pada supplier, dengan begini reputasi Anda ditentukan juga oleh supplier.

3. Tanggapi segala jenis komunikasi dari pelanggan Anda. Baik itu bentuk pertanyaan ataupun pernyataan. Jangan takut menghadapi customer complaint, hadapi dengan tenang baik itu chat ataupun telepon dari customer. Cari solusi terbaik seandainya ada keluhan pelanggan.

4. Kontrol setiap shipment. Dropship tidak hanya sekedar ‘membelikan’ orang lain barang tertentu, tetap juga kontrol setiap pengiriman barang. Waktu-waktu paling riskan adalah ketika Anda memesan barang ke supplier. Jeda waktu dari pembayaran pelanggan kepada Anda dengan pemesanan barang kepada supplier sebaiknya tidak panjang. Anda sebaiknya langsung memesan barang ke supplier seketika setelah Anda menerima pembayaran dari pelanggan, sehinga time lead-nya tidak terlalu panjang. Ini juga mencegah supaya tidak terlewat/ kelupaan, apalagi bila jumlah transaksi sangat banyak.

5. Ambil langkah preventif sebelum terjadi customer complaint. Misalnya: Anda menyadari kalau supplier telat mengirimkan barang karena overload, maka lebih baik Anda beritahukan kepada pembeli juga. Ingat, keluhan terjadi seringnya karena customer tidak mendapatkan update informasi.

3. PEMILIHAN PRODUK UNTUK DROPSHIP

Tidak semua produk dapat dijual secara dropship. Salah satu kelemahan dropship adalah Anda hanya dapat menjual secara online. Pilihlah produk yang paling mudah dijual secara online, dikirimkan oleh kurir dan rendah resiko.

Beberapa jenis produk yang umum dijual secara dropship adalah sebagai berikut:
– Tas
– Pakaian
– Peralatan dan perlengkapan rumah tangga tertentu
– Aksesoris komputer/ elektronik/ digital/ gadget
– Peralatan dan aksesoris olahraga
– Peralatan dan aksesoris hobi

Barang-barang dengan jenis yang disebutkan di atas banyak sekali pemainnya (khususnya dropship) ini karena peminatnya juga banyak serta minim resiko. Beberapa pilihan barang lain cukup beresiko khususnya barang-barang bernilai tinggi, misalnya gadget, smartphone, barang elektronik besar, logam mulia dan sebagainya.

4. PEMILIHAN SUPPLIER

Poin ini sempat disebutkan sebelumnya (ada di pembahasan tentang cara membuat reputasi baik), tetapi perlu kembali dijabarkan dan ditekankan. Supplier turut menentukan bagaimana citra toko Anda di hadapan customer. Jika supplier buruk maka citra toko Anda akan buruk. Pilih supplier yang baik dan jauhi supplier yang buruk.

Berikut ini ciri-cirinya:
– Supplier baik biasanya responnya cepat, maksudnya tidak dalam hitungan detik juga langsung dibalas. Maksimal 3 jam atau kurang komunikasi Anda seharusnya direspon. Ada saja supplier yang merespon sampai 2-3 hari hanya untuk mengecek stok. Ada juga supplier yang bahkan tidak menjawab pertanyaan Anda. Jauhi supplier yang seperti ini.

– Supplier yang beritikad baik dalam berbisnis akan terlihat dari bagaimana cara supplier memperlakukan Anda sebagai dropshipper/ reseller/ pelanggan. Kalau malas-malasan lebih baik tinggalkan, cari supplier yang benar-benar serius berbisnis.

– Supplier yang baik mempunyai jadwal pengiriman yang jelas. Jam berapa order masuk terakhir untuk dapat dikirimkan hari itu. Ini penting untuk dropshipper, supaya dapat memberikan waktu perkiraan yang tepat kapan produk akan dikirimkan kepada pembeli.

Pilihlah beberapa supplier dan jangan bergantung pada hanya satu supplier. Ini penting sebagai pembanding harga dan juga supaya toko online Anda tetap dapat bertahan seandainya supplier Anda bangkrut atau tidak berjualan lagi karena alasan tertentu.

5. SESUAIKAN JADWAL PENGIRIMAN ANDA DENGAN SUPPLIER

Supplier biasanya sudah punya patokan waktu tertentu mengenai kapan barang akan dikirimkan (dimasukan ke kurir). Misalnya untuk pesanan tertentu dapat dikirimkan pada hari yang sama dengan syarat pesanan beserta pembayaran masuk pada hari yang sama sebelum jam 16.00. Oleh karena itu, sesuaikan dengan jadwal pengiriman Anda dan tambahkan waktu untuk Anda menerima pesanan dari customer dan melanjutkan pesanan ke supplier. Berarti Anda dapat membuat peraturan transaksi, “Pesanan yang masuk sebelum jam 15.00 akan dikirimkan pada hari yang sama”. Jeda waktu 1 jam ini dapat Anda gunakan untuk memesan barang yang dimaksud kepada supplier.

CUSTOMER ——–pesan——–> TOKO ———pesan———> SUPPLIER
                      Batas Waktu Pesanan          Batas Waktu Pesanan
                                15.00                                     16.00

6. JIKA TERJADI ORDER TERPECAH DARI SUPPLIER YANG BERBEDA

Punya beberapa supplier itu baik, tetapi tetap mempunyai kelemahan, salah satunya adalah bagaimana bila terjadi order terpecah. Satu barang dari supplier A sementara barang lain dari supplier B. Solusinya adalah:
– tawarkan kepada pembeli untuk mengganti produk lain (varian lain ataupun produk yang berbeda) sehingga order menjadi hanya dari 1 supplier, atau tawarkan untuk cancel salah satu barang dengan alasan stok habis atau barang tidak bagus sehingga tidak dapat dikirim.

– cara terbaik dan terrepot adalah datangi langsung kedua supplier tersebut (kalau satu kota), lalu kirimkan langsung ke kurir atau ke pembeli.

– tetap kirimkan kedua barang tersebut dari supplier berbeda lalu berikan penjelasan kepada pembeli misalnya barang terlanjur dikemas terpisah atau dikirimkan dari gudang berbeda. Ini tidak berbohong kan, memang yang mengemas berbeda dan gudangnya juga berbeda. Namun cara ini beresiko margin semakin tipis (atau merugi) karena Anda yang harus menanggung ongkos kirim tambahan. Ya semata-mata demi reputasi baik.

7. JADI DROPSHIPPER DAN RESELLER SEKALIGUS DENGAN FOKUS MENJADI SUPPLIER

Perbedaan dropshipper dan reseller terletak pada stoknya, sementara persamaannya adalah sama-sama menjual barang orang lain. Dropshipper tidak punya stok dan tidak punya juga gudang, karena itulah hanya bisa online dan tidak bisa berjualan offline. Sementara Reseller mempunyai stok sehingga Anda tetap bisa berjualan juga secara offline.

Untuk menjadi reseller, Anda harus cermat dalam memilih barang yang akan distok berikut jumlah barangnya. Jangan sampai barang tersebut adalah barang yang perputarannya lambat, sehingga hanya akan menjadi stok aging di gudang Anda.

Proyeksikan ke depan untuk menjadi supplier/ distributor tangan pertama, daripada menjadi dropshipper terus. Nah, dengan cara nenjadi reseller dan dropshipper sekaligus akan menjadi perpaduan yang baik untuk mendalami seluk beluk e-commerce, jual beli online dan offline sekaligus membangun reputasi (dan mengumpulkan modal) untuk menjadi supplier/ distributor tangan pertama.